Pasukan Elite TNI Siaga di Tarakan Serang Abu Sayyaf di Filipina

| 2272 Views
id Pasukan Elite TNI Siaga di Tarakan Serang Abu Sayyaf di Filipina
Pasukan Elite TNI Siaga di Tarakan Serang Abu Sayyaf di Filipina

Newstara.com - TARAKAN - Panglima Komando operasi latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tarakan, Letjen Edy Rahmayadi mengatakan seluruh kekuatan TNI yang ada saat ini sudah disiagakan untuk menerima perintah untuk membebaskan sandera 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.

"Kita menunggu perintah untuk menangani itu, dan tidak ada yang boleh mengganggu rakyat kita. Bahkan, soal pembebasan ini pasti sudah ada diplomatik, dan ada kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka membicarakan, mengkoordinasikan antar Negara," tuturnya.

Menurutnya, sebelum ada perintah maka dirinya tidak akan melakukan tindakan yang melanggar wilayah teritorial Negara lain, karena tidak diperbolehkan dan akan menyalahi peraturan internasional. 

"Tidak boleh menyerang sembarangan nanti kita dimarahi orang, begitu juga kalau terjadi di Indonesia, maka mereka juga tidak boleh masuk sembarangan kesini," tuturnya.

Sebelumnya, kelompok teroris asal Filipina yakni Abu Sayyaf memberikan tenggat waktu kepada Pemerintah Indonesia hingga hari Jumat 08 April 2016 mendatang, untuk menyerahkan uang tebusan sebesar Rp 4,3 miliar. Namun, jika tidak dituruti maka para teroris mengancam akan membunuh 10 orang WNI tersebut.

Sementara, Pemerintah Filipina hingga kini belum memberikan ijin untuk memasuki wilayahnya dan negara tersebut masih akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada 10 orang WNI tersebut.

"Kalau dia melarang berarti dia siap mempertanggungjawabkan, dan jika terjadi hal yang tidak di inginkan, berbeda dengan waktu kita di Somalia, mereka tidak siap maka kita masuk, selesai urusanya. Kalau Filipina belum memperbolehkan kita maka kita pun tidak bisa berbuat banyak, makanya masih dilakukan koordinasi antar Negara. Kita ini cuma prajurit, kalau diperintah bebaskan sandera maka kami akan segera lakukan," tuturnya.

Sementara, Pangkostrad juga mengakui bahwa jika belum ada perintah dari Panglima TNI untuk melakukan penyerbuan atau misi pembebasan 10 orang WNI yang sedang ditawan oleh Abu Sayyaf, maka pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Ini semua tergantung perintah Panglima TNI, diperintahkan berangkat ya kita berangkat. Saat ini masih dilakukan diplomasi, saya menunggu saja perintah Panglima TNI," ujarnya.

Reporter: Yoga Prayogo


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI