Skandal Panama Papers, Ada Pengusaha Kaltara Masuk Daftar Klien

| 857 Views
id Skandal Panama Papers, Ada Pengusaha Kaltara Masuk Daftar Klien
Skandal Panama Papers, Ada Pengusaha Kaltara Masuk Daftar Klien

Newstara.com - JAKARTA - Data klien kantor firma hukum Mossack Fonseca bocor dan terkuak ke publik. Ini setelah 370 jurnalis dari 76 negara dalam sebuah perkumpulan dan organisasi bernama The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) dan menelisik 11,5 juta data di dokumen itu. Dokumen pertama kali didapat oleh sebuah koran dari Jerman, SüddeutscheZeitung dan di publikasikan lagi secara serentak oleh 100 media di seluruh dunia termasuk Indonesia. Indonesia sendiri terdapat 800 penguasaha hingga politikus tanah air yang menjadi klien Mossack Fonseca tersebut.

Dokumen finansial itu memuat sejumlah kepala negara (mantan dan yang masih menjabat), pebisnis internasional, dan tokoh dunia masuk dalam daftarnya karena pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di yuridiksi bebas pajak di luar negeri (offshore). Mossack Fonseca adalah sebuah firma hukum kecil namun sangat berpengaruh di Panama. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia.

Sementara, sejumlah miliarder asal Indonesia juga ikut menggunakan jasa Mossack Fonseca seperti pemilik grup Lippo, James Riady dan tercatat sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd. Perusahaan itu didirikan dengan bantuan Mossack Fonseca di British Virgin Islands pada 2011. Putranya, John Riady sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprise Ltd di BVI.

Nama lain yang muncul dalam daftar ini adalah Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang karena sebagai pemegang saham perusahaan offshore bernama Azzorine Limited. Namun, Fransiscus terafiliasi lewat BOS Trust Company (Jersey) Ltd, yang menjadi kliennya sejak tahun 2013.

Sebenarnya tidak ada kepastian berapa banyak konglomerat asal Indonesia yang masuk daftar skandal Panama Papers, bahkan tahun 2013 lalu sempat terkuak ada sekitar 
2.961 perusahaan yang menggunakan jasa perusahaan offshore di Singapura, Portcullis TrustNet dan terafiliasi dengan perusahaan Mossack Fonseca.

Namun, setelah ditelisik lebih dalam bahwa hanya lebih dari seribu nama pemegang saham perusahaan offshore yang didirikan dengan bantuan firma hukum Mossack Fonseca dan menjadi sekitar 803 nama saja. Lalu, ditambah jumlah perusahaan dan yang mendapat manfaat (beneficiaries) menjadi 899 nama perusahaan dan pengusaha asal Indonesia.

"Memiliki perusahaan offshore di tax haven dan menjadi klien Mossack Fonseca tidak serta merta menjadikan seseorang atau pengusaha itu melanggar hukum atau menghindari pajak. Ada banyak alasan bisnis yang membuat keberadaan perusahaan offshore menjadi pilihan logis untuk seorang pengusaha, misalkan mereka akan berinvestasi ke luar negeri dan menggunakan jasa-jasa itu dan lain sebagainya," tutur ICIJ dalam rilis persnya yang diterima Newstara.com pada Kamis malam, (07/04/2016) di Jakarta.

Nama pengusaha-pengusaha terkenal yang masuk dalam daftar klien Mossack Fonseca adalah Sandiaga Uno, Hilmi Panigoro, Fransiscus Welirang dan beberapa pengusaha lainnya asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berinisial JL, HJ dan LC. Dan ketiga pengusaha asal Provinsi Kaltara ini memiliki jabatan yang sama yakni sebagai Director dan Shareholder.
 
Reporter: Mufreni dan Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI