Wisata Keliling Kota Tua Tarakan Naik Taxi Kayu Bekas Kendaraan Perang Dunia ke-II

| 747 Views
id Wisata Keliling Kota Tua Tarakan Naik Taxi Kayu Bekas Kendaraan Perang Dunia ke-II
Wisata Keliling Kota Tua Tarakan Naik Taxi Kayu Bekas Kendaraan Perang Dunia ke-II

Newstara.com TARAKAN - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Tarakan sedang melakukan berbagai cara untuk mengembangkan dan membangun wisata yang akan di minati oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah sarana liburan alternatif untuk jalan-jalan dengan mengelilingi kota tua menggunakan taxi kayu jadul era tahun 50-an.

Namun karena disebut Taxi kayu jadul, maka jangan berharap terlalu banyak dengan fasilitas nyaman seperti Air Conditioner (AC), musik dan argo atau harga perjalanan. Bahkan, angkutan baru ini benar-benar rangkanya terbuat dari kayu dan cukup unik, bahkan mesin yang digunakan sudah berusia puluhan tahun tapi masih cukup mumpuni dan kuat di operasikan.

Redaksi Newstara pun mencoba melihat dashboard hingga jok penumpang taxi kayu yang sudah tua itu dan rangkanya memang benar-benar terbuat dari kayu dan tidak ada kesan lux atau eksklusif. Namun, cukup ampuh bagi masyarakat yang ingin bernostalgia atau menaiki kendaraann era kakek-nenek kita. Sementara, mesin Jeep Willys dengan pembuatan sekitar tahun 1940. Namun, untuk menaiki taxi kayu dan berkeliling kota maka anda harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 150 ribu untuk sekali jalan.

"Rutenya menuju kota tua, masjid dan gereja pertama di Tarakan, perumahan pejabat minyak jaman dulu dan lain-lain sebagainya," ujar pengelola taxy kayu, Nur Fadli Juliansyah.

Masyarakat yang menyukai taxi kayu biasanya didominasi oleh orang yang memiliki kenangan di masa yang lampau, bahkan yang sangat rindu dengan suasana tempo dulu dimana kendaraan angkutan umum dan mobil masih jarang dijumpai di Indonesia.

"Minat masyarakat cukup tinggi, karena sebenarnya mereka rindu suasana jaman dulu. Dengan adanya taxy kayu ini orang bisa bernostalgia kembali kemasa lalu, karena kami dari Disbudparpora telah menyedikan mobil antik untuk keliling Tarakan," ujarnya.

Disbudparpora pun menyiapkan 3 unit taxi kayu untuk melayani wisatawan hanya saja 1 unit taxi kayu sering macet dan mogok karena berusia lebih tua dari mobil taxi kayu lainnya. Namun, masih dalam perbaikan dan penggantian spare part. Bagi yang ingin menaiki taxy kayu keliling Tarakan, bisa langsung datang ke Rumah Bundar, yang ada di jalan Danau Jempang, atau sebelah kanan Gedung DPRD Tarakan. Namun, karena berusia renta maka mobil taxi kayu hanya dimaksialkan berkeliling tiga kali dalam sehari.

Mesin Jeep Willys

Mobil taxi kayu ini menggunakan mesin Jeep Willys yang merupakan salah satu peninggalan kendaraan perang, dimana Tarakan pernah menjadi arena pertempuran antara Jepang, Australia, Belanda dan tentara sekutu yang memperebutkan ladang-ladang minyak yang konon katanya produksi minyak terbaik didunia hingga lebih dari 90 persen kandungan minyak.

Namuu, mobil perang ini dimodifikasi menjadi angkutan umum dan digunakan untuk menganggut masyarakat setempat untuk beraktivitas ke pasar pada tahun 1960 hingga 1980 an. Bahkan, pada saat itu untuk menggunakan taxi kayu ini tidak perlu membayar pakai uang tunai, tapi dibayar dengan menggunakan kue-kue atau sayur.

Ini karena pemilik mobil adalah seorang pejabat perusahaan minyak yang melakukan pengeboran di Kota Tarakan, sehingga tidak membutuhkan uang kecil dan murni hanya membantu masyarakat Tarakan.

"Setelah perang dunia ke II selesai, mobil-mobil kayu jadul ini dibeli dari para militer perang yang pulang ke Negara asal oleh para pejabat perusahaan minyak, dan mereka gunakan untuk keperluan pribadi dan ada yang digunakan untuk angkutan umum ibu-ibu ke pasar, uniknya mereka bayar pakai kue atau sayur," tuturnya.

Reporter: Yoga Prayogo


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI