Empat ABK Tugboat Hendry Bebas dan Diterbangkan ke Jakarta

| 444 Views
id Empat ABK Tugboat Hendry Bebas dan Diterbangkan ke Jakarta
Empat ABK Tugboat Hendry Bebas dan Diterbangkan ke Jakarta

Newstara.com TARAKAN - Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat Hendry yang sebelumnya disandera oleh kelompok teroris di Filipina. Kini sudah bisa menghirup bebas. Mereke dibebaskan setelah pihak perusahaan menyerahkan uang tebusan miliaran rupiah. Namun, sebelum kembali bersama keluarganya, para ABK tersebut menjali pemeriksaan kesehatan di kawasan apron Lanud Tarakan.

Sebelumnya, dua unit helikopter milik TNI Angkatan Laut, menjemput para sandera dan di evakuasi dari Kapal Republik Indonesia (KRI) Surabaya yang sudah lebih dulu berada di wilayah laut perbatasan Indonesia-Filipina sejak pukul 06.00 Wite. Namun, baru sekitar pukul 07.10 wite para sandera sampai di Tarakan dan langsung di bawa naik ke salah satu gedung di kawasan apron Lanud Tarakan.

Awak media sempat dibatasi peliputan oleh pihak TNI, karena empat sandera itu belum di ijinkan untuk diambil gambarnya. Bahkan, Komandan Lanud Tarakan, Kolonel (P) Umar Faturahman sempat mendatangi para jurnalis yang berada di pos Lanud dan mengatakan bahwa media belum mendapat ijin untuk pengambilan gambar.

"Saya sedang melakukan kordinasi dengan pimpinan, temen-temen mohon tunggu dulu disini nanti kalau sudah mendapatkan ijin silahkan merapat ke apron. Biarkan pesawat helikopter landing dulu, biarkan petugas melakukan pemeriksaan kesehatan baru kalian boleh kedalam setelah mendapatkan ijin yah," tuturnya pada Jumat pagi, (13/05/2016).

Namun, kurang dari 1 jam akhirnya sejumlah media yang sudah sejak pagi menunggu di pinggiran apron Bandara Juwata Tarakan diperbolehkan mengambil gambar. Namun, posisinya tetap berada di pinggiran apron sedangkan ABK yang di terbangkan ke Jakarta berada ratusan meter dari jangkauan wartawan.

Sementara, salah satu anggota keluarga ABK mengaku cukup kecewa, karena Samsir yakni sepupu dari Saiman tidak diperbolehkan untuk singgah di Tarakan, padahal keluarga sudah sangat merindukan Samsir karena lebih dari empat bulan tidak bertemu.

"Kami bahagia bisa melihat anggota keluarga kita selamat, saya hanya dapat memeluknya saja. Setelah ini langsung dibawa ke Jakarta, padahal kita ingin Samsir tinggal dulu di Tarakan. Dari Jakarta dia akan langsung diterbangkan ke Sulawesi, untuk pulang ke kampong halamanya Polopo. Samsir juga titip salam kepada keluarga yang ada di Tarakan," tuturnya sesaat melihat kondisi Samsir di gedung yang berada di sekitar apron Lanud Tarakan.

Saiman sepertinya cukup senang melihat kondisi Samsir yang terlihat sehat namun postur tubuhnya agar menyusut kurus, dan raut wajahnya menggambarkan orang yang sedang mengalami kelelahan.

"Sehat saja di Samsir, agak kurus. Kami bahagia, karena Samsir telah dibebaskan," ujarnya.

Dari penuturan Saiman, bahwa Samsir sempat mendapat perlakuan kasar yakni di tendang dalam keadaan tangan terikat tali dan diberi makan dua kali dalam sehari.

"Saat disandera Samsir di ikat tanganya, sedangkan untuk makan diberi dua kali dalam sehari, tetapi Alhamdulillah sekarang dirinya sudah bebas, kami sangat bersyukur dengan kejadian ini," ujarnya.

Reporter: Yoga Prayogo


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI