Ari Yusnita: Pola Kirim BBM di Krayan Bisa Diterapkan ke Daerah Lain

| 911 Views
id Ari Yusnita: Pola Kirim BBM di Krayan Bisa Diterapkan ke Daerah Lain
Ari Yusnita: Pola Kirim BBM di Krayan Bisa Diterapkan ke Daerah Lain

Newstara.com JAKARTA - Warga kecamatan Krayan di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) baru saja menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan harga subsidi yang dikirimkan 1.000 liter perhari oleh PT Pertamina (Persero) dalam masa uji cobanya, dan kedepannya akan dikirim sebanyak 4.000 liter perhari. Bahkan, Gubernur Irianto Lambrie pun sudah meresmikan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan.

Sementara, Anggota Komisi VII DPR RI, Ari Yusnita juga memberikan apresiasi kepada Pertamina karena bersedia mendistribusikan BBM dengan harga subsidi, karena selama ini masyarakat Krayan membeli BBM ilegal dari Serawak Malaysia dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribuan per liter.
 
Namun, mahalnya harga BBM di perbatasan seperti di Krayan dan Lumbis Ogong di Nunukan, Pujungan di Malinau tidak perlu terjadi bila Pertamina, pemerintah daerah serius mengelola BBM bersubsidi hingga benar-benar dapat dinikmati masyarakat di pelosok.

"Jika hal itu dapat dilakukan, tentunya BBM jenis premium dan solar di wilayah perbatasan tidak ada perbedaan harga yang sangat menyolok, dibanding harga jenis BBM yang sama di perkotaan," tuturnya.

Politisi Nasdem dan menjadi satu-satunya wakil Provinsi Kaltara di Senayan itu menyebutkan kedepannya tidak lagi terjadi kesulitan pendistribusian BBM atau mahalnya harga BBM. Bahkan, saat ini didistribusi 1.000 liter dan bisa meningkat hingga menjadi 4.000 liter perhari.

Ari memprediksi jika program BBM perbatasan ini berjalan lancar maka harga BBM di wilayah-wilayah perbatasan atau pelosok, khususnya di Provinsi Kaltara tidak akan mahal lagi. Karena ini merupakan program nasional maka tidak membedakan wilayah atau daerah manapun, sehingga BBM bersubsidi bisa dirasakan masyarakat.

"Langkah yang dilakukan Pemkab Nunukan ini bisa menjadi contoh pemerintah daerah di Kaltara atau Kaltim lainnya yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Upaya itu menurutnya juga sebagai jawaban pemerintah dalam upaya mencegah masuknya BBM illegal dari negeri jiran yang kerap dilakukan para spekulan untuk meraup keuntungan semata," ujarnya.

Sebelumnya, antara Pemkab Nunukan dan Pertamina melakukan penandatanganan MoU tentang pendistrubusian BBM bersubdi di wilayah Krayan dan pernah disampaikan oleh Asisten II Pemkab Nunukan Sugiarto ketika menerima kunjungan reses Ari Yusnita beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Pemkab Nunukan.

"Kalau harga sudah murah atau sama dengan di kota, tentu masyarakat tidak perlu lagi susah-susah harus membeli BBM illegal yang harganya di atas harga standar," jelas Ari.

Ari Yusnita dari Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi persoalan energi dan pertambangan itu berjanji untuk membahasnya bersama anggota komisi lainnya dan menyampaikan kepada pihak Pertamina agar pola tersebut bisa dilakukan di wilayah perbatasan lainnya, seperti Lumbis Ogong, Pujungan, Sungai Boh di Kabupaten Malinau agar masyarakat disana dapat juga menikmati BBM bersubsidi.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI