Ini Pernyataan Orang Tua Anggel, Setelah Mendengar Bantahan KONI Kaltara

| 1866 Views
id Ini Pernyataan Orang Tua Anggel, Setelah Mendengar Bantahan KONI Kaltara
Ini Pernyataan Orang Tua Anggel, Setelah Mendengar Bantahan KONI Kaltara
Anggel Gabriella Yus, meraih 2 medali emas renang putri di PON XIX Jabar 2016. (Foto: Yonatan Yus)

Newstara.com JAKARTA - Perenang putri asal Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Anggel Gabriella Yus, telah berhasil meraih 2 medali emas pada PON XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 dan terbukti telah mengharumkan nama Kaltara di kancah olahraga nasional. Namun, justru KONI Kaltara dibully oleh sejumlah netizen di media sosial yang dianggap menelantarkan para atlitnya karena Angel harus membiayai akomodasi baik konsumsi dan penginapan dari kantong pribadi orang tuanya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltara dan sekaligus orang tua Anggel, yakni Yonatan Yus menjelaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan keputusan dari Panitia Besar (PB) PON XIX Jabar atau KONI Kaltara, namun seharusnya ada kebijakan bagi putrinya untuk mendapatkan kamar hotel bersama atlit sesama wanita.

Sementara, PB PON XIX hanya menyediakan 2 kamar sehingga harus berbagi tempat tidur bersama rekan atlit, offisial dan pelatih. Namun, karena Anggel adalah atlit wanita dan tidak bisa sekamar dengan atlit lain maupun offisial dan pelatih yang notabene adalah pria, maka orang tua Anggel meminta kebijaksanaan untuk sekamar dengan sesama wanita, namun permintaan itu ditolak pihak panitia dan PB PON sehingga dirinya langsung mencarikan kamar hotel yang cukup dekat dengan arena pertandingan.

"Saya sudah mengatakan dan meminta kebijaksanaan sama PB PON dan panitia di KONI Kaltara kalau anak saya kan putri masa harus bercampur dengan laki-laki, temannya atlit juga laki-laki lalu offisial dan pelatih juga laki-laki, hanya saja itu keputusan PB PON sudah baku dan tidak mungkin saya biarkan anak saya sekamar sama laki-laki jadi saya harus kesana kemari mencarikan hotel untuk anak saya," tuturnya.

Yonatan akhirnya mendapat penginapan di Hotel Setia Budi Indah di Jalan Setia Budi-Bandung dengan harga per kamar sekitar Rp 850 ribu permalam. Namun, permasalahan kembali timbul saat konsumsi yang sudah disediakan di hotel PB PON cukup jauh dengan hotel tempat Anggel dan orang tuanya menginap yakni berjarak 500 meter lebih. Alhasil, biaya konsumsi sekitar Rp 150 ribu per hari pun ikut ditanggung oleh Anggel.

"Nda mungkin anak saya mau makan siang atau makan malam harus bolak balik ke hotel yang sudah disiapkan PB PON dan kembali lagi ke kamarnya, yah akhirnya kita makan diluar saja," tutur Yonatan.

Asumsi biaya akomodasi hotel dan konsumsi sesama Anggel berada di Bandung mengikuti PON XIX Jabar adalah sekitar 8-10 hari, jika sehari semalam menghabiskan sekitar Rp 1 juta maka Rp 8 hingga 10 juta biaya dari kantong sendiri dan belum lagi biaya angkutan seperti taxi atau ojek yang harus di keluarkan oleh orang tua Anggel hanya untuk mengharumkan nama Provinsi Kaltara saja.

"Saya kan sudah meminta kebijaksanaan, saya juga tidak meminta anak saya di istimewakan, dan saya pun tidak meminta untuk kepentingan pribadi seperti yang disangkakan, walaupun Anggel sendiri mendapat 2 medali emas dan terbukti sudah mengharumkan nama Provinsi Kaltara, tapi kalau memang tidak ada kebijaksanaan atau perlakukan khusus untuk atlit kita yah apa boleh buat," tuturnya kepada Newstara.com

Beberapa jam sebelumnya, Sekretaris Umum KONI Provinsi Kaltara Wiyono Adie mengatakan bahwa seluruh atlet, official, pelatih hingga panitia yang tergabung dalam kontingen asal Kaltara yang mengikuti PON XIX Jabar sudah ditanggung baik akomodasi hingga uang saku. Dan sesuai mekanisme yang digunakan KONI Provinsi Kaltara maka semua bermuara dari keputusan cabor masing-masing.

"Contohnya renang yang meloloskan dua atlet, sesuai keputusan Panitia Besar (PB) PON XIX pendampingnya hanya boleh 50 persen dari jumlah atlet. Jadi harusnya 2 atlet dan 1 official saja yang ditanggung," tutur Wiyono Adie saat menggelar jumpa pers pada Jumat malam, (17/09/2016) di Bandung

Menurutnya, persoalan Angel Gabriella Yus tidak mendapat akomodasi dan transportasi karena dibawa orangtuanya keluar dari Hotel Banana In yang merupakan tanggungan PB PON. Sehingga persoalan itu diluar dari tanggungan KONI Kaltara.

"Pertanyaan kami sekarang jika KONI tak membayar itu yang mananya, kalau kami harus menanggung kebutuhan Angel dan orangtuanya di luar ketetapan PB PON berarti itu adalah kepentingan pribadi," tuturnya.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI