Astaga, Diduga Tambang Bombana Rugikan Negara Rp 134 Miliar

| 964 Views
id Astaga, Diduga Tambang Bombana Rugikan Negara Rp 134 Miliar
Astaga, Diduga Tambang Bombana Rugikan Negara Rp 134 Miliar
Astaga, diduga perusahaan tambang Bombana telah rugikan negara Rp 134 miliar. (Foto: Dok)

Newstara.com JAKARTA - Pusat Kajian Tambang (PUKAT) Sulawesi Tenggara melakukan analisa dan menemukan bahwa sejak tahun 2010 hingga 2011 diduga PT Panca Logam Makmur (PT PLM) dibawah kepemimpinan Tommy Jingga sebagai Direktur dan Kabag ADM dan Keuangan Fahlawi Mudjur Saleh telah merugikan negara hingga mencapai Rp 134 miliar.

"Kerugian negara di akibatkan karena adanya laporan fiktif hasil produksi emas PLM kepada pemerintah. Bahkan, selama berproduksi tahun 2010-2011 dengan produksi 1,1 ton hanya dilaporkan produksinya ke pemerintah sekitar 337 kilogram (Kg) emas," tutur Direktur Litbang Pusat Kajian Tambang Sultra (PUKAT-SULTRA), Rusdianto, Rabu (26/10/2016), di Jakarta.

Menurutnya, ada sekitar perbedaan laporan angka produksi sekitar 800 kg yang telah diduga dimanipulasi kepada pemerintah, dan mengakibatkan setoran pajak dari royalti juga ikut berkurang. Seharusnya, dengan angka produksi 1,1 ton emas maka nilai jual menjadi Rp 467 miliar dengan harga yang berlaku pada tahun yang sama.

"Sehingga PLM dikenakan kewajiban kepada negara yang terdiri dari PNBP 3,75 persen dan Pajak Badan 25 persen dari penghasilan kena pajak yang diduga belum disetorkan kepada negara, sehingga PLM telah merugikan negara kurang lebih Rp. 134 milyar," tuturnya.

Pukat Sultra juga menemukan adanya aliran dana hasil penjualan emas PLM tahun 2010-2011 yang mengalir ke rekening pribadi para pemegang saham yang mayoritas merupakan berdomisili di Surabaya dengan total sebesar Rp 88 Milyar.

"Dari temuan ini Pukat Sultra berharap agar pemerintah bersikap tegas atas adanya temuan manipulasi hasil produksi emas PLM Tahun 2010-2011 yang telah menimbulkan kerugian negara khususnya masyarakat Bombana dan kepada yang berwenang agar proporsional dan tidak memihak kepada salah satu pihak karena adanya konflik internal antar pemegang saham di PLM sehingga keadilan hukum dapat tercapai untuk semua pihak," tuturnya.

Reporter: Mufreni (Dade)


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI