Pilih Gajah Mada Dibanding Aston

| 214 Views
id Pilih Gajah Mada Dibanding Aston
Pilih Gajah Mada Dibanding Aston
Pilih Gajah Mada dibanding Aston. (Foto: Dok)

Oleh: Doddy Irvan

Balikpaan sudah menunjukkan pukul 22.30 Wita, dan suasana di lobby hotel Gajah Mada, Balikpapan mendadak ramai. Bukan karena ada keributan, tapi ada pelanggan lama yang datang. Yah, dia adalah H Udin Hianggio, pelanggan tetap Hotel Gajah Mada yang kini menjabat Wakil Gubernur, Kalimantan Utara (Kaltara).

Orang nomor dua di provinsi ke 34 itu memilih menginap di hotel kelas melati. Padahal, sebagai Wagub mantan Walikota Tarakan itu sudah disiapkan protokol menginap di hotel bintang lima yakni Aston. Ternyata jabatan mentereng tak merubah gaya hidup H Udin Hianggio, tetap humble dan sederhana.

Protokol yang berlebihan memang kerap mengganggu ayah dua anak ini. Tapi bukan salah protokolnya sih, mereka hanya menjalankan SOP untuk melayani pejabat. H Udin saja yang terkadang risih dengan standard itu, terlihat saat tiba di bandara Sepinggan di Balikpapan dan setelah tiba di ruang kedatangan, ternyata banyak sekali staf protokol yang menjemput, Belum lagi yang ikut dari Jakarta.

Spontan saja H. Udin Hianggio pun terkejut, wajahnya berubah. Padahal dia sudah menghubungi Nugroho sahabat karibnya untuk menjemput di bandara. Yah, Nugroho adalah pengusaha dan pengurus Partai Golkar Balikpapan yang merupakan teman baik H Udin sejak menjadi Ketua DPRD Kota Tarakan. Nugroho adalah pemilik mobil Toyota Fortuner P 10 NQ yang dipinjam dan dipakai sehari-hari Udin Hianggio saat berada di Kota Tarakan.

"Saya sama Nugroho aja, yang lain silahkan naik mobil lain," ujar Wagub kepada staf protokol sambil membuka pintu mobil rental yang sudah telanjur disewa perwakilan Kaltara di Balikpapan. 

Seketika mobil meluncur menembus suasana malam Balikpapan yang ditumpangi Nugroho bersama Wagub Udin menuju Hotel Gajah Mada. Ia pun chek in sendiri dan memilih kamar yang biasa ditempatinya dan yang dilakukannya adalah masuk kamar dan beristirahat untuk tidur. 

Itulah H. Udin Hianggio. Sosoknya tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk memperoleh fasilitas mewah dan bersenang-senang. Dan baginya, tidur di hotel bintang lima dan melati itu sama saja. Pada prinsibnya kalau bisa sederhana mengapa harus bermewah-mewahan.

"Kalau sudah tidur mana tau kita ada di hotel bintang lima atau melati. Apalagi kita tahu keuangan Kaltara lagi defisi" ucap H. Udin. 

Cerita belum selesai. Pagi, sekitar pukul 06.00 H Udin sudah menelepon Nugroho untuk menjemputnya. Dirinya ingin sarapan ditempat langganannya Micky yaitu sebuah restoran di bilangan Pasar Baru. Nah, beliau pun tidak mau didampingi ajudan dan protokol. Hanya bertiga bersama Nugroho dan saya sendiri yang menemaninya. Sedangkan ajudan dan protokol diminta untuk meluncur ke Polda Kaltim tempat acara Saber Pungli berlangsung.

Awalnya saya hanya berniat menemani, dan pada akhirnya terpaksa harus menjadi supir, karena saya paling muda diantara mereka. Usai acara, sholat Jumat, lalu makan siang di warung padang dilanjutkan refleksi sambil menunggu keberangkatan ke Tarakan. 

Tak banyak memang pejabat yang bersikap seperti H Udin Hianggio. Yang ada malah sebaliknya, mumpung menduduki posisi pejabat publik, menuntut fasilitas mewah seperti mobil Toyota Alpahrd dengan pelayanan maksimal. Beliau memilih tetap sederhana, palayanan protokol minimalis. Bagi yang mengenal beliau, dipastikan sudah tidak kaget lagi. Tapi bagi yang tidak mengenal pasti menuduh pencitraan, labay atau belagak miskin. Nah, tuduhan yang paling lucu ada yang mengatakan begini:

"Jaga dong harga diri Kaltara, masa Wagub seperti itu malu kita," kata seseorang tanpa rasa sungkan.

Menurut saya, harga diri daerah bukan ditentukan oleh fasilitas mentereng pejabatnya, hotel bintang lima yang ditidurinnya atau mobil Alphard yang dinaikinya. Tapi, yang dinilai itu kinerja dan reputasi pejabatnya. (Pai)


Baca Juga
Inysa Allah, Wagub H Udin Buka Acara Jalan Santai & Zumba Newstara
Keluarga Besar Coto Makassar Daeng Abu Borong 100 Lembar Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara