Mencontoh Tarakan, KTT Mulai Kembangkan Hutan Mangrove

| 147 Views
id Mencontoh Tarakan, KTT Mulai Kembangkan Hutan Mangrove
Mencontoh Tarakan, KTT Mulai Kembangkan Hutan Mangrove
Mencontoh Kota Tarakan, KTT mulai kembangkan Hutan Mangrove. (Foto: Ilustrasi)

Newstara.com TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) mencontoh Kota Tarakan dalam pengembangan dan pengelolaan budidaya hutan Mangrove. Bahkan, hutan bakau yang berada di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap itu akan disulap menjadi salah satu objek wisata yang diyakini mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Rudi mengatakan hutan Mangrove di KTT akan dilakukan pembenahan dan pengolahan yang tepat sasaran dan efektif, namun dibutuhkan proses yang panjang bilamana menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Menurutnya, ada potensi yang cukup besar untuk pengembangan budidaya hutan Mangrove apalagi di KTT cukup banyak tumbuh subur tanaman bakau atau Mangrove, ditambah dengan panorama asli kawasan pedesaan yang jarang dimiliki daerah lainnya, sehingga cukup potensial untuk dikembangkan.

"Ada pembenahan yang harus dilakukan, seperti dibangun jembatan yang menghubungkan antara satu pohon dengan pohon yang lainnya, label nama jenis-jenis pohon didalamnya seperti di Tarakan, termasuk harus ada perpustakaan khusus disiapkan," tuturnya.

Namun, dalam pengembangan dan pengelolaan kedepannya harus dilakukan secara optimal termasuk dilakukan pembangunan fisik dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), sebelum lokasi tersebut dibuka untuk umum menjadi tempat wisata di KTT.

"Jadi bukan hanya untuk wisata saja, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk praktek belajar bagi anak-anak didik, dan rekreasi bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun Taman Kanak-kanak (TK)," tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Tideng Pale Timur, Salmansyah mendukung penuh pemerintah untuk menjadikan lokasi tersebut menjadi lokasi wisata hutan bakau. Namun, sebelum dibuka untuk umum maka harus dilakukan sejumlah pembenahan dan pembangunan.

"Kebetulan hutan mangrove disini sudah ada binatang-binatang yang mendukung sejenis primata (monyet dan lainnya) termasuk burung-burung yang hanya ada di Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini, tapi harus dibenahi dulu sebelum menjadi tempat wisata," ujarnya.

Reporter: Ani Murdiati


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI