Soal Penampakan Puluhan Buaya Sungai, Ini Solusi DPRD KTT

| 149 Views
id Soal Penampakan Puluhan Buaya Sungai, Ini Solusi DPRD KTT
Soal Penampakan Puluhan Buaya Sungai, Ini Solusi DPRD KTT
Penampakan buaya-buaya sungai di Kabupaten Tana Tidung membuat resah warga sekitar. (Foto: Dok)

Newstara.com TANA TIDUNG - Atas penampakan dan kemunculan sejumlah buaya muara sungai di jalur-jalur rute speedboat menuju Kabupaten Tana Tidung (KTT) hingga di sungai-sungai kecil lainnya. Membuat sejumlah anggota DPRD Tana Tidug angkat bicara, dan berharap agar Pemkab Tana Tidung segera mengambil tindakan untuk pencegahan.

Ketua DPD PAN KTT yang juga Anggota DPRD KTT, Ibrahim Ali menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitasnya di sungai, seperti para nelayan yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap binatang purba tersebut dan untuk para orang tua diharapkan untuk bisa melarang anak-anaknya untuk bermain di sungai atau mandi-mandian.

"Kita sama-sama menjaga warga kita dan mewaspadai adanya kemunculan buaya-buaya sungai ini, jangan sampai kedepannya timbul korban, dan kita berharap kepada Pemkab Tana Tidung agar segera memberikan peringatan dini, sebelum sesuatu hal terjadi yang tidak kita inginkan," tutur Ibrahim Ali kepada Newstara.com 

Sementara, Ketua Fraksi Karya Demokrat Indonesia DPRD KTT, Heri Rizal mengatakan letak geografis Kabupaten Tana Tidung (KTT) dibelah oleh sungai-sungai besar dan terusan menuju Kabupaten Malinau, dan sudah bisa dipastikan bahwa sungai-sungai besar dan kecil di wilayah KTT tumbuh dan berkembang pula buaya-buaya dengan ukuran dari yang kecil hingga besar.

Sungai yang menjadi ekosistem buaya itu tidak akan bisa di tangkap dan dibawa ke penangkaran karena jumlahnya bisa saja mencapai ratusan dan bahkan ribuan. Sementara, jumlah penduduk di KTT seiring waktu juga terus berkembang, dan memaksa ekosistem binatang purba tersebut menjadi terganggu.

"Mungkin saja sekarang ikan-ikan di sungai sudah mulai berkurang, dan yang tadinya buaya-buaya itu ada di tempat yang jauh dari pemukiman dan sekarang mulai mencari makan di lokasi yang dekat dengan pemukiman warga, jadi sering kali terlihat penampakan binatang purba tersebut," tuturnya kepada Newstara.com pada Sabtu, (21/01/2017)

Menurutnya, buaya-buaya tersebut tidak berniat untuk mencelakakan manusia, namun jika terus-menerus bersinggungan dan dekat dengan manusia maka kedepannya akan menimbulkan korban. Sehingga, alangkah baiknya jika pemerintah memasang plang waspada berenang bagi warga dan anak-anak yang melakukan aktifitas di sungai yang terdapat buaya tersebut.

"Walaupun di KTT belum pernah ada kejadian korban, namun sudah banyak kasus warga yang jadi korban seperti kasus buaya Mangkudulis dan buaya muara bulungan lainnya, dan jangan sampai ada korban jadi lebih baik kita mencegahnya, dan untuk para nelayan atau warga yang beraktifitas di sungai juga harus lebih waspada," ujarnya.
 
Heri Rizal mengatakan keputusan untuk memasang plang waspada berenang di sungai adalah langkah yang tepat, dan Pemkab Tana Tidung juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tinggal di pesisir atau daerah air sungai (DAS).

"Sekarang itu bagaimana kita lebih baik mencegah sesuatu yang buruk terjadi daripada nantinya sudah timbul korban jiwa, baru memasang plang waspada berenang," tuturnya.

Menurutnya, untuk memasang plang "Waspada Berenang Ada Buaya" tidaklah menguras dana yang besar, karena cukup meletakkan beberapa plang di pinggir-pinggir sungai yang terdapat pemukiman warga dan secara tekhnis bisa terbuat dari kayu yang di tempelkan spanduk bertulisan atau mencetak spanduk dan memasangnya di pinggir-pinggir sungai.

"Menurut saya tempelkan aja spanduk atau bikin plang di tajak di pinggir-pinggir sungai, setidaknya kita sudah berupaya untuk mensosialisasikan dan mengingatkan warga, daripada nanti menunggu kejadian, dan jika ini dilakukan maka Pemkab Tana Tidung saya nilai lebih peduli kepada warganya," ujarnya.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK