Astaga, Banjir Kiriman Malaysia Merendam 4 Kecamatan di Nunukan

| 119 Views
id Astaga, Banjir Kiriman Malaysia Merendam 4 Kecamatan di Nunukan
Astaga, Banjir Kiriman Malaysia Merendam 4 Kecamatan di Nunukan
Banjir rendam kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong. (Foto: Jusip Bakulit)

Newstara.com NUNUKAN - Ratusan rumah warga hingga fasilitas publik seperti sekolah dan kantor pemerintahan di 4 wilayah Kecamatan di Kabupaten Nunukan yakni Kecamatan Sembakung, Kecamatan Sembakung Atulai, Kecamatan Lumbis, dan Kecamatan Lumbis Ogong terendam banjir yang cukup parah. Banjir tersebut pada puncaknya terjadi sejak Sabtu dini hari, (01/04/2017) dan hingga pagi ini banjir sudah merendam rumah warga dan sebagian rumah-rumah warga hanya terlihat atapnya saja. 

Keempat Kecamatan itu terendam banjir kiriman yang berasal dari sungai-sungai perkotaan dari Sabah Malaysia, bahkan kabarnya hampir setiap 4 tahun sekali wilayah tersebut menjadi langganan banjir kiriman. Dan kondisi di 4 Kecamatan semakin memburuk, sejumlah fasilitas umum ikut terendam banjir dan mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan alat komunikasi satu-satunya yakni BTS TELKOMSEL Ubol juga mengalami rusak parah.

"Sehingga kami berusaha menghubungi salah satu warga yang tertimpa musibah dengan melalui salah satu Media Sosial tentang kejelasan Banjir yang menimpa 4 kecamatan mengalami kesulitan," tutur Jusip Bakulit yang saat ini berada di lokasi banjir.

Menurutnya, banjir yang terjadi di 4 Kecamatan di Nunukan ini adalah kiriman dari Negara Malaysia, bahkan informasi yang di himpun bahwa saat ini di Sabah Malaysia masih mengalami banjir sehingga besar kemungkinan air yang merendam rumah warga di 4 Kecamatan tersebut akan terus bertambah naik.

"Jaringan telepon terputus dan hanya dapat berkomunikasi dengan dunia luar dengan jaringan Wifi karena BTS TELKOMSEL Ubol mengalami kerusakan parah jadi kami belum bisa mengunakan jaringan telpon untuk menghubungi keluarga kami. Masalah korban jiwa, kami belum mengetahuinya karena saat ini masih ada sebagian warga yang sibuk mengurus barang-barang mereka. Sedangkan warga yang lainnya sudah kita ungsingkan (red,evakuasi) ke rumah warga yang tidak terkena banjir," tutur Jusip Bakulit.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Nunukan dikabarkan tengah menerjunkan tim dalam upaya membantu korban banjir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sambil membantu evakuasi di di lokasi-lokasi yang paling parah di 4 Kecamatan tersebut.

Staf Pemerintahan Kabupaten Nunukan, Rahmaji mengatakan langkah awal pemerintah daerah saat ini melalui BPBD akan melakukan survei kejadian tersebut untuk memastikan kebutuhan masyarakat dalam kondisi banjir, sehingga langkah strategis pemerintah akan tepat sasaran seperti menyediakan tempat evakuasi dan juga menyalurkan logistik keperluan masyarakat.

"Tim BPBD akan terjun langsung ke Lokasi Banjir besok (02/04/2017), semoga saja data-data yang kita butuhkan sesegera mungkin kita terima, agar kita bisa menyalurkan kebutuhan para korban, seperti Tenda pengungsian, pakaian layak pakai. Masalah kesehatan kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinas kesehatan dan Palang Merah Indonesia, sedangkan makanan nantinya kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena mereka yang memiliki dapur umum", ujar Rahmaji.

Sementara, Bupati kabupaten Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyebutkan bahwa dirinya akan memantau secara langsung up date terakhir kondisi di 4 Kecamatan tersebut dan untuk mengambil langkah strategis guna penanganan terhadap korban banjir.

"Apakah perlu ada evakuasi atau tidak. Namun pemerintah daerah melalui BPBD akan menyediakan bantuan logistik untuk korban banjir di wilayah tersebut," ujar Laura.

Reporter: Andika


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI