Catatan dr Ari Yusnita Saat HUT RI-72 Pecahkan Rekor di Sebatik

| 101 Views
id Catatan dr Ari Yusnita Saat HUT RI-72 Pecahkan Rekor di Sebatik
Catatan dr Ari Yusnita Saat HUT RI-72 Pecahkan Rekor di Sebatik
Anggota Komisi VII DPR RI saat berada di Sebatik-Nunukan. (Foto: Leandy)

Newstara.com Nunukan - Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara yang hadir di peringatan detik-detik Proklamasi Kemederkaan RI ke 72 tanggal 17 Agustus 2017 lalu, dr. Ari Yusnita mengaku salut dan memuji Pemkab Nunukan yang mengadakan pengibaran bendera sang saka merah putih, yang berbeda dengan biasanya.  Dimana HUT RI ke 72 kali ini dilaksanakan di Jembatan Sie. Pancang – Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, dengan Pemecahan Rekor Muri Pengibar Bendera Terbanyak.

"Upacara HUT RI ini bagus, karena melibatkan ribuan, tepatnya 1.4478 pengibar benderayang terdiri dari orang- orang muda Sebatik. Semoga hal tersebut tidak dijadikan sebagai tugas sesaat oleh para generasi muda yang terlibat. Tapi mampu melekatkan nilai-nilai nasionalisme dalam jiwa mereka. Sehingga nantinya  mampu menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negera Indonesia tercinta,"terang dr. Ari.

Selain memuji gagasan peringatan HUT RI yang berbeda, dr. Ari juga mengapresiasi Pemkab Nunukan yang menghadirkan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di HUT RI tersebut.

Dengan kondisi geografis yang sulit serta banyaknya desa-desa di Kabupaten Nunukan, berserta permasalahan kompleks yang hadapi masing-masing wilayah, mulai dari desa yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan minin infrastruktur seperti Desa Sumantipal, ataupun desa terluar seperti Aji Kuning (Sebatik), tentunya kehadiran Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi kiranya dapat dijadikan motivasi dan semangat dari seluruh element di Nunukan untuk terus giat membanguna daerah dan mengejar ketertinggalan.

"Nunukan memang butuh perhatian khusus dari bapak menteri agar program-program yang ada bisa di turunkan di Nunukan atau daerah Kaltara lainnya," ucap legislator Nasdem ini di sela-sela kegiatan HUT RI di Sebatik.

Bahkan diterangkan Ari, dirinya juga sempat di minta oleh Menteri PDTT untuk mengawal setiap usulan yang disampaikan kepada kementerian yang di pimpinnya, meskipun Kementerian PDTT bukanlah mitra kerjanya.

"Tapi sebagai satu-satunya wakil Kaltara di Senayan, maka dirinya menyambut baik harapan pak menteri tersebut. Sekarang tinggal meng-connecting saja, apa yang menjadi usulan daerah, maka dirinya siap membantu untuk mengawalnya di Jakarta," jelas Ari.
 
Mengingat tidak sedikit desa-desa di Nunukan yang terisolir, tentunya sangat membutuhan perhatian lebih dari pemerintah pusat di Jakarta.

"Saya sudah keliling Kaltara dan melihat langsung kondisi riil desa-desa, termasuk  di Nunukan. Mereka butuh air bersih, listrik, akses jalan, pendidikan dan kesehatan serta yang lainnya," ungkap Ari Yusnita.

Jadi dengan hadirnya Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, semoga bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah di Kaltara, terutama Pemkab Nunukan untuk lebih gesit mencari program-program di Kementerian PDTT yang bisa meluncur di Nunukan.

Seperti yang telah dilakukan saat ini, yaitu peresmian BUMdes di Desa Tanjung Harapan dan peresmian akses jalan untuk petani kakao yang di target 90 hari kerja harus selesai.

Kata Ari, program dari Kementerian PDTT ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat di Sebatik, sebagai upaya membangun desa, apalagi dengan kondisi keuangan daerah saat ini yang dalam keadaan divisit.

Diterangkan Ari, yang jelas sebagai satu-satunya legislator yang berasal dari Kaltara, tentu dirinya juga tidak tinggal diam melihat kondisi yang ada. Ia-pun dengan kapasitas yang dimiliki akan berupaya keras untuk membawa program-program dari pusat yang bisa di bawa ke daerah, terutama yang berhubungan dengan Komisi VII, termasuk juga dengan Kementerian PDTT.

Untuk itu dr, Ari berharap adanya hubungan yang harmonis dan kuat antara dirinya sebagai anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara dengan kepala daerah di Katara, baik kabupaten/kota maupun provinsi.

"Perlu penguatan dan pengawalan yang konsisten untuk program-program yang diharapkan bersumber dari APBN, karena memang kita butuh itu untuk membangun daerah, mulai dari desa, kecamatan hingga ibu kota kabupaten/kota, bahkan provinsi," jelas dr. Ari.

Pada peringatan HUT RI ke 72 di Sebatik, selain di hadiri oleh Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi serta anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara dr. Ari Yusnita, turut serta mendampingi Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafidh, termasuk beberapa anggota DPRD Provinsi Kaltara dan DPRD Kabupaten Nunukan. Adapun beberapa agenda Menteri PDTT sebelum peringatan HUT RI di antaranya penyematan baret kehormatan kepada menteri dari Bakamla, peninjauan BUMdesa Bersama Desa Tanjung Harapan, peninjauan patok perbatasan, peninjauan sarana olah raga desa di Sie. Pancang dan terakhir pertemuan dengan unsur kepala desa, PBD, Pendamping Desa serta para Camat se-Kabupaten Nunukan yang dilaksabakan di Gedung Aztrada 88 Desa Sie. Nyamuk.

Reporter : Leandy Khosasi


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK