Asuransi Nelayan Disalurkan, Sakit Dapat Rp 20 Juta dan Meninggal Rp 200 Juta

| 101 Views
id Asuransi Nelayan Disalurkan, Sakit Dapat Rp 20 Juta dan Meninggal Rp 200 Juta
Asuransi Nelayan Disalurkan, Sakit Dapat Rp 20 Juta dan Meninggal Rp 200 Juta
Ilustrasi kartu Nelayan. (Foto: Dok)

Newstara.com TARAKAN - Sekitar 1.700 nelayan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menerima dan mendapatkan asuransi nelayan, dengan perincian nelayan asal Tarakan sebanyak 1148 Kartu dan nelayan asal Kabupaten Nunukan sebanyak 549 Kartu. Dan secara simbolis, diserahkan oleh Kepala Kantor Asuransi Jasindo Kota Tarakan Fuadi kepada Walikota Tarakan Ir. Sofian Raga di Pelabuhan Tengkayu II Kota Tarakan pada Selasa siang, (29/08/2017).

Adapun premi asuransi tersebut sudah dibayarkan oleh Negara melalui program Bantuan Presmi Asuransi Nelayan (BPAN) dimana program itu merupakan jaminan perlindungan atas risiko nelayan, pembudi daya ikan dan petambak garam dengan keputusan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016 lalu.

Walikota Tarakan, Ir Sofian Raga menyebutkan Kota Tarakan menerima 1.148 kartu, dimana asuransi itu akan menjadi motivasi bagi nelayan sehingga saat melaut atau bekerja memiliki jaminan pengobatan kesehatan. Sementara, nelayan yang belum terdata agar dapat melaporkan hal tersebut melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

"Saya tadi ingatkan, coba atur yang baik di daftar, di kelola, semoga bisa jadi peserta asuransi juga. Jangan sampai terjadi sesuatu, dan yang sudah ada kartunya dapat di simpan dengan baik, saya doakan semua nelayan sehat dan tidak ada kecelakaan yang terjadi pada mereka. Tapi kalau terjadi sesuatu, kita tidak tau dan dari kartu itulah sebagai pelindung, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan," tuturnya kepada Newstara.com Selasa siang, (29/08/2017) di Pelabuhan Tengkayu II Tarakan.

Sofian mengatakan, syarat untuk mendapatkan kartu nelayan adalah setiap warga negara Indonesia yang melakukan aktifitas tangkapan ikan disungai dan laut, pembudi daya ikan dan petambak garam serta memiliki perahu nelayan menangkap ikan.

"Itukan tentunya ada syarat-syaratnya. Memang nelayan, secara tekhnis Dinas Perikanan yang lebih memahami, dan kalau resmi nelayan maka bisa di daftarkan," ungkapnya. 

Sementara, Kepala Kantor Asuransi Jasindo Kota Tarakan Fuadi mengatakan pihaknya mendata ada sekitar 1.700 nelayan yang menerima kartu se Provinsi Kaltara. Dengan perincian nelayan Tarakan, sekitar 1148 kartu dan Nunukan sekitar 549 Kartu, untuk sementara Kabupaten Bulungan belum terdata.

"Kita sudah verifikasi sekitar 2 ribuan, kalau tahun-tahun yang lalu itu kita sudah pernah pembayaran sekitar Rp 1 miliar se-Kaltara. Untuk 7 nelayan yang meninggal dan ada yang pengobatan juga," tuturnya.

Asuransi Jasindo merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang asuransi jasa kecelakaan, kematian hingga asuransi kendaraan dan lainnya. Klaim asuransi itu, dengan kisaran sekitar biaya pengobatan hingga maksimal klaim kisaran Rp 0 hingga Rp 20 juta, untuk klaim kematian antara Rp 160 hingga Rp 200 juta.

"Ada yang pengobatan waktu itu di KTT kita klaim kan sekitar Rp 9 juta, kalau meninggal pada aktivitas melaut Rp 200 juta, kalau di luar aktifitas melaut sekitar Rp 160 juta. Tapi kalau kapalnya terbalik Rp 200 juta. Kalai pengobatan itu seperti mengganti kwitansi pengobatan saja sekitar Rp 20 juta," ungkapnya.

Reporter : Geger Adi Kustanto


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK