Hujan Panas, Ratusan Mahasiswa Tetap Protes Tambang Malinau

| 101 Views
id Hujan Panas, Ratusan Mahasiswa Tetap Protes Tambang Malinau
Hujan Panas, Ratusan Mahasiswa Tetap Protes Tambang Malinau
Ratusan mahasiswa memprotes perusahaan tambang di Malinau. (Foto: Yoko/Newstara)

Newstara.com TARAKAN - Sekitar 100 orang pengunjuk rasa melakukan orasi di depan Mall GTM Simpang 4 Tarakan pada Jumat pagi, (08/09/2017) dengan membawa spanduk dan meneriakkan penolakan tambang batubara di kabupaten Malinau. Sejumlah demonstran yang terdiri dari para mahasiswa itu, menduga telah terjadi pencemaran air sungai atas jebolnya tanggul tambang dan menyebabkan air sungai berubah berwarna putih susu. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Malinau, untuk segera mencabut perijinan perusahaan tambang dilokasi tersebut.

"Kami meminta secara tegas, perusahaan-perusahaan tambang di Malinau yang telah menyengsarakan masyarakat dan diduga menjadi penyebab terjadinya pencemaran air sungai, segera di hentikan dan pemerintah mencabut ijin operasi," tutur salah satu Kordinator Aksi Pengunjuk rasa, Andri kepada Newstara.com

Sebelumnya, pada bulan Juli 2017 lalu saat tingginya curah hujan telah terjadi insiden jebolnya tanggul air penampungan yang diduga telah tercemar, air tersebut mengalir ke anak-anak sungai di Kabupaten Malinau dan terus mengalir ke hilir sungai serta menyebabkan terjadinya pencemaran dalam skala luas.

Sementara, Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sempat merilis pers terkait penanganan dan pengelolaan air tambang yang dilakukan oleh PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MA). Kedua perusahaan itu berhasil menangani dan memperbaiki tanggul dengan cukup baik dan responsif.

"MA dan BDMS telah melaksanakan rekomendasi, penanganan sudah dilakukan seperti perbaikan untuk mangantisipasi terjadinya curah hujan yang tinggi," tutur Petrus Kepala Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Malinau, melalui press rilies yang diterima Newstara.com beberapa waktu lalu.

Sekedar informasi, bahwa sungai tersebut diduga digunakan oleh empat perusahaan tambang yang beroperasi, yakni PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MA). Lalu, dua perusahaan tambang lainnya yakni PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC)  dan PT Mustika Persada Raya.

Reporter: Andika


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI