Aksi Demonstran, Ini Dia Tuntutan Untuk Perusahaan Tambang Malinau

| 101 Views
id Aksi Demonstran, Ini Dia Tuntutan Untuk Perusahaan Tambang Malinau
Aksi Demonstran, Ini Dia Tuntutan Untuk Perusahaan Tambang Malinau
Korlap Aksi Demonstran, Andri dan Asmar. (Foto: Yoko/Newstara)

Newstara.com TARAKAN - Kordinator Aksi Demonstran Andri menegaskan orasi yang dilakukannya untuk mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Kabupaten Malinau (Pemkab Malinau) serta stakeholder terkait lainnya agar dapat menangani persoalan tambang batubara di Kabupaten Malinau, yang sebelumnya diduga telah tercemar karena limbah tambang serta menyebabkan air sungai berubah berwarna putih dan terkadang kecoklatan.

Andri berharap Pemprov Kaltara, Pemkab Malinau serta DPRD Kaltara untuk melakukan hearing atau dengar pendapat, bersama dengan para mahasiswa dan tokoh masyarakat yang telah di rugikan akibat dugaan pencemaran air sungai tersebut.

"Kami akan meminta hearing agar permasalahan ini dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik," tutur Andri kepada Newstara.com pada Jumat siang, (08/09/2017) sesaat setelah mengelar aksinya di depan Mall GTM Tarakan.

Menurutnya, pihaknya memang sejumlah bukti-bukti konkrit di lapangan, atas terjadinya  dugaan pencemaran air sungai Malinau. Bahkan, masyarakat di lokasi pertambangan terpaksa harus menggunakan air sumur bor untuk mendapatkan air bersih. Namun, tidak jarang juga warga hanya mengandalkan air hujan dan air higienis lainnya.

"Tapi yang tidak punya uang, terpaksa mereka menggunakan air limbah itu, dan ada data yang menyebutkan mereka terkena gatal dan inpeksi saluran pernafasan," tutur Andri.

"Ketika tidak ada tanggapan maka aksi kami akan terus dilakukan dan akan lebih besar lagi, hingga Pemprov, Pemkab dan DPRD serta stakeholder lainnya dapat serius menangani persoalan ini," tambahnya.

Andri juga mempertanyakan AMDAL dari perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut, karena diduga tidak sesuai dengan konsesi. Pasalnya, sejak tahun 2010 lalu jebolnya tanggul yang disebabkan karena urah hujan tinggi kerap kali terjadi dan membuat kerugian pada masyarakat.

Tuntutan ke perusahaan tambang itu cukup beragam, antara lain Pemprov Kaltara harus memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan tambang tersebut, bahkan jika tidak memperbaiki pengelolaan lingkungannya maka wajib untuk di tutup. Selain itu, Perusahaan jugaw ajib memberikan ganti tugi material dan memberikan pengobatan kepada masyarakat atas insiden dugaan pencemaran air sungai tersebut.

Sementara, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Asmar mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pengawalan atas kasus dugaan pencemaran air sungai tersebut hingga benar-benar tuntas.

"Jika kami akan melakukan pengawalan terkait permasalan pertambangan ini, dan bersama-sama dengan Jatam dan teman-teman lain akan mengawal hingga tuntas," tuturnya.

Reporter: Andika


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK