DPRD Berang KPUD Tarakan Minta Tambahan Anggaran Pilkada

| 101 Views
id DPRD Berang KPUD Tarakan Minta Tambahan Anggaran Pilkada
DPRD Berang KPUD Tarakan Minta Tambahan Anggaran Pilkada
Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng. (Foto: Yoko/Newstara)

Newstara.com TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tarakan dikabarkan telah mengajukan surat resmi tambahan anggaran pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak periode 2019-2024 sebesar Rp 5 miliar lebih. Namun, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tarakan telah menyetujui dana Pilkada tersebut sebesar Rp 13,678 miliar. 
Sekedar informasi, sebelumnya KPUD Tarakan mengajukan anggaran pilkada yang dimulai tahapannya pada tahun 2018 yakni sebesar Rp 40,7 miliar dan salah satu anggaran tergerus dari biaya debat kandidat di DKI Jakarta menggunakan media nasional dengan nilai hampir mencapai Rp 2 miliar.

"Memang ada pengajuan baru dari penyelenggara pemilu terkait penambahan anggaran pilkada sebesar Rp 5 miliar lebih. Namun, karena DPRD Tarakan melalui banggar telah menyetujui anggaran Rp 13 miliar itu dan sudah ada keputusan TAPD," tutur Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng kepada Newstara.com pada Senin siang, (11/09/2017).

Salman justru mempertanyakan KPUD Tarakan yang mengajukan anggaran melebihi kebutuhan KPUD Kaltara pada saat Pemilihan Gubernur Kaltara yang lalu. Sementara, pihak KPUD sendiri mengajukan anggaran tanpa merincikan kegiatan apa saja yang digunakan tersebut.

"KPUD Tarakan ini mengajukan anggaran secara global, tidak mau dirincikan dan kita tidak tau mau belanja apa mereka dengan anggaran besar seperti itu, sedangkan KPUD Kaltara saja waktu Pilgub tidak sebesar itu anggaran mereka, jadi kita mau terang benderang tidak ada yang ditutup-tutupi," tutur politisi PAN tersebut.

"Kan kita supaya masyarakat tau, anggaran di hambur-hamburkan buat debat di Jakarta buat apa, sementara disini juga bisa, sedangkan debat kandidat Pilgub Kaltara saja tidak ada yang di Jakarta, dipikir kita banyak uang apa di Tarakan, kita ini defisit anggaran dan harus efisiensi, kenapa justru KPUD ngotot mau anggaran besar terus," ujarnya.

Salman mengatakan bilamana Banggar DPRD Tarakan memangkas anggaran KPUD menjadi sekitar Rp 13 miliar, maka sudah melalui perhitungan dan telaah yang cukup baik untuk membayar biaya-biaya kebutuhan Pilkada.

"Tidak ada uang Tarakan, mau bayar pakai apa, jika pun ada lebih baik kita gunakan anggarannya untuk pendidikan, kesehatan dan untuk yang benar-benar menyentuh masyarakat, dan jangan selalu berpikir kita banyak uang," tuturnya dengan nada sedikit meninggi.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK