Beredar Video Oknum Staf Pelabuhan Tengkayu I Palak Penumpang

| 101 Views
id Beredar Video Oknum Staf Pelabuhan Tengkayu I Palak Penumpang
Beredar Video Oknum Staf Pelabuhan Tengkayu I Palak Penumpang
Perwajahan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. (Foto: Istimewa)

Newstara.com TARAKAN - Beredar sejumlah video amatiran yang diambil oleh salah satu penumpang saat ketinggalan speedboat beberapa waktu lalu, dalam keterangan tersebut diketahui bahwa si penumpang terpaksa menginap di terminal penjualan tiket di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dengan maksud akan melanjutkan perjalannya keesokan harinya.

Dalam tiga video berdurasi 9 detik, 38 detik dan 1.33 menit itu pertama kalinya diposting oleh akun facebook bernama Malega yang berasal dari Kota Balikpapan Kalimantan Timur dan di unggah pada tanggal 24September 2017 dan sejak 2 hari ini sudah mendapat 1.192 dan 826 emotion jempol.

Dalam postingan tersebut Malega menceritakan pengalamannya berada di Kota Tarakan dan ingin ke Ibukota Kaltara yakni Tanjung Selor, tapi kareha ketinggalan kapal cepat (Speedboat,red) maka dirinya terpaksa menginap di terminal bersama sekitar 30-an orang lainnya yang bernasib sama.

"Kemaren mlam saya rencana mau ke tanjung selor tapi kerna kemalaman jadi saya gak dapat speed, dan akhirnya memutuskan untuk menginap di pelabahun speed, yang nginap dstu ada sekitar 30 orang lebih. sekitar jam 2 pagi kami semua dibangunkan oleh seorang security yang minta uang 10rbu/orang. bbrpa orang sempat beradu argumen, knp ada bayar segala, to kita tidur tergelatak gini aja, tikar aja gak ada, kami pake seadanya aja. security yang tidak mau menyebutkan namnya juga bilang kalo ini uang kebersihan dan air. berikut sdkit video.nya. ini setelah orang beradu argumen," tulisnya dalam postingan tersebut.

Sementara, Wakil Ketua HIPMI Tarakan Yoko Handani mengatakan sangat wajar tanggapan netizen terkait persoalan oknum yang memalak penumpang tersebut. Karena masyarakat Tarakan menginginkan perwajahan kota yang dicintainya baik dan jauh dari tindakan yang tidak normal, namun pelaku pun juga akan mendapat hukuman sosial hingga sanksi tegas dari Dinas Perhubungan Tarakan. Karena, disaat Pemerintah ingin memperbaiki sektor pelayanan disitu justru terjadi kejadian pemalakan.

"Tragis saya lihat video nya, karena saat ini pemerintah kita terus giat-giatnya memperbaiki sektor pelayanan transportasi ke masyarakat disitu malah terjadi kejadian pemalakan, namun saya yakin Dishub Tarakan pasti berikan sanksi kepada yang bersangkutan, selain itu si oknum pun akan mendapat sanksi sosial dan dikucilkan tetangga-tetangganya, jadi bahan omongan orang," tutur Yoko kepada Newstara.com

Yoko Handani berharap masyarakat dan warga netizen sebaiknya jangan terlalu menghujat ataupun berspekulasi berbagai macam kepada si oknum pemalak, karena sanksi sosial lebih berat daripada pemecatan dari tempatnya bekerja. Bahkan, para keluarga si oknum pemalakan juga ikut-ikutan terkena imbasnya.

"Saya sangat jelas tidak membenarkan apa yang dilakukan si oknum, namun saya berharap sudahi kita menghujat si oknum karena kasihan nanti keluarganya, anak-anaknya di panggil bapak si pemalak itu pun saya kira tidak baik juga," tutur Yoko.

"Agar tidak terjadi pemalakan, maka Pemerintah Kota Tarakan dan DPRD Tarakan harus bisa menciptakan suasana yang kondusif dengan memberikan stressing kepada institusi terkait agar lebih selektif untuk merekrut staf-staf yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik," tutupnya.

Reporter: Andika K


Baca Juga
Inysa Allah, Wagub H Udin Buka Acara Jalan Santai & Zumba Newstara
Keluarga Besar Coto Makassar Daeng Abu Borong 100 Lembar Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara