Ini Dia Tips Untuk Peserta Tes Seleksi CPNSD

| 101 Views
id Ini Dia Tips Untuk Peserta Tes Seleksi CPNSD
Ini Dia Tips Untuk Peserta Tes Seleksi CPNSD
Ilustrasi tes seleksi CPNSD Kaltara. (Dok)

Newstara.com JAKART - Tes dan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang akan di ikuti oleh ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di ibukota Provinsi Kaltara yakni Tanjung Selor. Ternyata, sangat dibutuhkan perjuangan dan harus ekstra keras melakukan sejumlah persiapan yang matang. Mulai dari menyiapkan fisik dan mental, hingga persiapan teknis sehingga memudahkan para pelamar yang ingin mengikuti seleksi tersebut.

Kabag Komunikasi Publik Kementerian PANRB Suwardi memberikan sedikit tips untuk mengikuti tes seleksi tersebut, seperti langkah awal yang perlu di lakukan adalah mencermati dan memenuhi syarat-syarat mulai dari pendaftaran serta persyaratan agar lolos seleksi administrasi.

Setelah tahap tersebut selesai, maka pelamar harus dapat mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) yang menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT).

"Ada tiga kelompok soal SKD yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Harus penuhi ambang batas (passing grade), pelajari kisi-kisi yang telah ditetapkan," tuturnya.

Untuk materi pertama yakni TWK yakni untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) pilar kebangsaan Indonesia yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

NKRI mencakup sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Dan untuk materi kedua adalah Tes Intelegensi Umum (TIU) yakni untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis.

"Tes ini juga untuk menilai kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi, perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka tersebut," ujarnya.

TIU juga untuk mengetahui kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis dan kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Adapun materi ketiga yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan.

"TKP untuk menilai kemampuan bekerjasama dalam kelompok, kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain," tuturnya.

Setelah tahapan berhasil dilalui, maka peserta tes akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dimana berbeda dengan seleksi beberapa tahun lalu, yang tidak mengharuskan dilakukan SKB.

Materi SKB ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional, sedangkan materi seleksi untuk jabatan pelaksana ditetapkan oleh instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana dimaksud.

"Kalau untuk instansi pembina jabatan fungsional atau instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana belum siap menyusun materi SKB, maka penyusunannya dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang melakuan pengadaan CPNS. Materi SKB itu dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ucapnya.

Suwardi mengingatkan bahwa tidak semua peserta yang lolos passing grade maka dapat mengikuti SKB. Karena, jumlah peserta yang mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD.

"SKB menggunakan CAT dan dapat ditambah dengan tes lainnya sesuai dengan kebutuhan jabatan dan untuk pelaksanaan CAT menggunakan fasilitas komputer dan penunjang lain yang disiapkan BKN dan/atau menggunakan fasilitas komputer dan penunjang yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dimungkinkan pula menggunakan fasilitas mandiri yang disiapkan oleh instansi di bawah koordinasi BKN," ucapnya.

Bagi instansi yang belum siap untuk melaksanakan SKD menggunakan CAT, dapat melakukan minimal 2 (dua) bentuk tes yakni tes praktik kerja dengan materi dan penguji yang kompeten sesuai dengan kebutuhan jabatan dan tes fisik/kesamaptaan, psikologis, kesehatan jiwa, dan wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan.

"Dalam hal ini, instansi bersangkutan harus membuat dan menyampaikan panduan kepada PANSELNAS terkait dengan rencana SKB sebelum pelaksanaan SKD dimulai. Pengolahan hasil SKB dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang hasilnya disampaikan ke PANSELNAS dalam bentuk softcopy dan hardcopy," tutupnya.

Reporter: Mufreni


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK