Catat Dan Perhatikan Khusus Untuk Pilwali Jalur Independen

| 101 Views
id Catat Dan Perhatikan Khusus Untuk Pilwali Jalur Independen
Catat Dan Perhatikan Khusus Untuk Pilwali Jalur Independen
Catatan khusus untuk LO jalur Independen di Pilwali Tarakan. (Foto: Dok)

Newstara.com TARAKAN - Pesta demokrasi dalam pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Tarakan periode 2019-2024, sudah mulai memasuki tahapan mekanisme. Khusus untuk tahapan pertama yakni pada tanggal 25 hingga 29 November 2017, dimana pasangan calon (Paslon) yang ingin maju sebagai bursa Pilwali melalui jalur independen atau perseorangan non partai, maka harus menyerahkan berkas dukungan masyarakat dalam bentuk kartu identitas penduduk (KTP) untuk diverifikasi lebih awal.

Lalu pada tanggal 8 hingga 10 Januari 2018, hasil verifikasi KPUD Tarakan itu akan digunakan sebagai persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta PIlwali Tarakan bersama-sama dengan kandidat lainnya dari jalur partai. Sehingga, paslon independen harus membentuk dan memiliki Liaison Officer (LO) sebagai penghubung antara paslon, masyarakat dan penyelengara Pemilu seperti KPU, Panwaslu dan Bawaslu.

"Pokoknya LO ini sangat penting posisinya, apalagi bila berhubungan dengan masyarakat, mengumpulkan dukungan dalam bentuk KTP warga, karena ada ketentuan minimal dukungan yang harus diserahkan kepada kami di KPUD," tutur Ketua KPUD Tarakan Teguh Dwi Subagyo kepada Newstara.com pada Minggu siang, (15/10/2017) di kantor KPUD Tarakan.

Teguh mengatakan KPUD Tarakan akan menurunkan tim sendiri dalam melakukan verifikasi secara faktual mulai dari kelurahan-kelurahan hingga per Kecamatan. Sehingga, dalam kurun waktu satu bulan seluruh verifikasi data dukungan sudah dapat diselesaikan dan untuk tahapan selanjutnya yakni bulan Desember 2017 akan diumumkan apakah paslon independen tersebut lolos verifikasi atau tidak.

"Saya kira sama-sama bekerja dan melakukan penjajakan pada saat ini, kalau jalur independen penjakan mencari dukungan warga dengan kartu identitas, kalau kandidat parpol penjajakan dengan internal parpol dan tinggal nanti apakah memenuhi kualifikasi lima kursi apa tidak," tutur Teguh.

Jalur independen non parpol sendiri diwajibkan memenuhi dukungan melalui kartu identitas sebesar 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT), dan dihitung dari jumlah DPT dalam pemilu terakhir. Jika di Kaltara, pemilu terakhir adalah Pilgub Kaltara beberapa waktu lalu dengan DPT Tarakan sebanyak 144.049 pemilih. Jika 10 persennya, maka kisaran 14.405 pemilih atau KTP yang harus dikumpulkan LO tim independen agar lolos verifikasi faktual tersebut.

"Faktanya di lapangan, angka 14.405 ini sebaiknya jangan pas-pasan yah kalau bisa lebih dan kami sarankan 15 ribu lebih dikumpulkan, karena ada biasa nama sama, atau pas waktu di verifikasi dilapangan orangnya tidak ada atau tidak mendukung si independen ini kan, itu pasti akan terjadi sehingga kita sarankan lebih," tutur Teguh.

Teguh menjelaskan, bila paslon independen mengajukan 16 hingga 17 ribu dukungan, maka tim KPUD akan melakukan verifikasi per kelurahan dengan kisaran 200-300 data. Namun, dari angka tersebut hanya 100 KTP yang bisa diverifikasi, maka sisanya akan dikumpulkan di lapangan untuk menyerahkan data lalu jika masih tersisa maka langkah terakhir adalah para pendukung tersebut harus mendatangi sekretariat DPT untuk di data.

"Kami akan sensus dengan teliti satu persatu, dan kita turunkan tim per kelurahan ini, sehingga akan dapat selesai dalam satu bulan untuk mendata 16 hingga 17 ribu sekalipun," ujarnya.

KPU juga memastikan akan mencoret data kependudukan yang diajukan tim independen jika yang bersangkutan adalah PNS, TNI atau Polri serta penyelenggara pemilu. Namun, jika data kependudukan itu merupakan kader dari partai politik lain maka dapat di loloskan karena bersifat independen.

"Kami perbolehkan KTP yang sudah jadi kader atau pengurus partai sekalipun jika di ajukan oleh tim independen tersebut, tapi kami akan mencoret data kependudukan yang berprofesi sebagai PNS, TNI atau Polri," tutur Teguh.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI