Astaga, Perijinan MAF Lagi-lagi Dicabut

| 101 Views
id Astaga, Perijinan MAF Lagi-lagi Dicabut
Astaga, Perijinan MAF Lagi-lagi Dicabut
Ilustrasi salah satu pesawat milik maskapai MAF. (Foto: Dok MAF)

Newstara.com TARAKAN - Pesawat udara perintis Mision Aveneu Felowshif (MAF) yang melayani penerbangan untuk wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dengan rute Bandara Juwata Tarakan atau Bandara Nunukan ke wilayah pelosok dan terpencil seperti Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan dan Kecamatan Long Apung Kabupaten Malinau. Diketahui tertanggal 9 November 2017 sudah tidak beroperasi lagi karena perijinin sudah habis.

Alhasil, salah satu maskapai penerbangan non-profit ini tidak dapat beroperasi lagi untuk membawa penumpang dari wilayah-wilayah pelosok perbatasan ke perkotaan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsin Kalimantan Utara (Kaltara) dari Fraksi PDIP Norhayati Andris kepada Newstara.com pada Rabu pagi, (15/11/2017) di Kota Tarakan.

"Informasi perijinan dan tidak beroperasinya MAF tersebut disampaikan langsung oleh Direktur MAF, Tom Chryslai dan perijinan seharusnya dapat dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, ini lagi-lagi terjadi," tutur Norhayati kepada Newstara.com

Norhayati Andries mengingatkan bahwa MAF salah satu maskapai yang melayani penerbangan ke lokasi-lokasi atau daerah perbatasan yang terisolir dan sulit diakses dengan jalur darat dan sungai. Sehingga, untuk menjangkau lokasi perbatasan tersebut dibutuhkan akses penerbangan. Apalagi, pada saat warga dilokasi tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan darurat sehingga maskapai penerbangan perintis menjadi satu-satunya transportasi yang sangat dibutuhkan.

"Ini sebenarnya ranahnya kan di perhubungan, kita tidak bisa menduga siapa dan kenapa, namun saya meminta pak Taufan Dishub Kaltara segera membantu proses perijinan ini dikeluarkan," tutur Norhayati Andries.

"Kita tidak bisa menyalahkan pihak-pihak tertentu karena hal terpenting adalah mencari solusi secepatnya, sehingga warga perbatasan dapat terlayani dengan baik. Kita jalin komunikasi dan bersinergi," tutupnya.

Sekedar informasi, MAF sendiri sempat terkendala persoalan perijinan security clearance (Izin Security Clearance) dari Mabes TNI Angkatan Udara, karena maskapai non profit tersebut diketahui telah menyalahi izin operasional dengan meminta sejumlah bayaran ongkos kepada penumpang, sehingga perijinan jenis sosial dan non profit dianggap tidak layak lagi untuk MAF.

Reporte: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI