Deal, PT Inalum Dan Pemprov Kaltara Sepakat Lahan 600 Hektar

| 101 Views
id Deal, PT Inalum Dan Pemprov Kaltara Sepakat Lahan 600 Hektar
Deal, PT Inalum Dan Pemprov Kaltara Sepakat Lahan 600 Hektar
Gubernur Provinsi Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie. (Dok)

Newstara.com JAKARTA - PT Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) akan melakukan investasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi. Alhasil, ada sedikit kemajuan setelah dilakukan sejumlah pertemuan di ruang pertemuan Kantor Perwakilan Inalum di Jakarta, pada Sabtu lalu, (11/10/2017). Bahkan, dilakukan kesepakatan bersama atau penandatanganan Addendum Nota Kesepahaman (MoU-Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Gubernur, Dr H Irianto Lambrie dengan PT Inalum (Persero) yang diwakili Direktur Utama, Budi Gunadi Sadikin.

Gubernur Irianto Lambrie mengatakan MoU tersebut merupakan langkah maju dari upaya percepatan realisasi industri smelter alumina oleh PT Inalum di Kaltara. Pasalnya, ada sejumlah poin-poin penting dalam addendum MoU tersebut dengan tujuan untuk percepatan realisasi investasi PT Inalum di Kaltara, dimana salah satunya adalah persoalan luasan lahan sekitar 600 hektare (Ha) di KIPI Tanah Kuning Mangkupadi, untuk membangun kawasan industri.

Dalam addendum, dicantumkan tambahan kebutuhan lahan 200 hektar untuk keperluan menjadi kawasan permukiman terpadu. Namun, kita di KIPI Tanah Kuning Mangkupadi itu sudah tersedia lahan 25.000 hektar sehingga saya kira tidak menjadi masalah," tutur Gubernur Irianto Lambrie.

Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan secara keseluruhan memiliki luas 25.000 hektare. Tahap pertama dipersiapan pematangan lahan seluas 18 ribu hektare yang akan digunakan untuk pembangunan smelter Inalum, dengan satu kompleks atau terintergrasi dengan investasi pembangkit tenaga listrik yang konservatif, PLTA Kayan.

"Ketersediaan listrik sangat penting. Karena listrik merupakan kunci utama investasi. Utamanya smelter seperti yang direncanakan PT Inalum.  Karena industri smelter membutuhkan listrik yang besar. Makanya dalam kesempatan ini, kita hadirkan juga pihak PT Kayan Hidro Energi yang akan membangun PLTA di Sungai Kayan," tutur Gubernur Irianto.

PT Inalum menargetkan produksi alumina (bahan dasar aluminium) di Kaltara sebesar 500.000 ton pada 2024 dan akan ditingkatkan hingga 1.000.000 ton per tahun di tahun-tahun berikutnya. Untuk mencapai target itu, Inalum sangat mengandalkan pasokan tenaga listrik dari PLTA Kayan yang ditaksir bisa mencapai 9 ribu megawatt (MW) dari 5 bendungan yang akan dibangun. 
 
Hadir pula dalam pertemuan tersebut Dirut PT Inalum Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Direktur Keuangan PT Inalum Oggy Achmad Kosasih, Direktur Umum dan SDM PT Inalum Carry Mumbunan, Direktur Operasi (Plt) Direktur Pengembangan dan Bisnis PT Inalum SS Sijabat. Termasuk GM Project Manager (Team of Kaltara Project) Dante Sinaga, Sekprov Kaltara H Badrun, serta sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemprov Kaltara. (Humas)


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI