Gubernur Irianto Jadi Keynote Speak Dihadapan Puluhan Negara Anggota PBB di Jerman

| 101 Views
id Gubernur Irianto Jadi Keynote Speak Dihadapan Puluhan Negara Anggota PBB di Jerman
Gubernur Irianto Jadi Keynote Speak Dihadapan Puluhan Negara Anggota PBB di Jerman
Gubernur Irianto. (Dok)

BONN, JERMAN - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menjadi salah satu narasumber pada acara forum Konferensi Perubahan Iklim se-Dunia di Kota Bonn Jerman, Senin siang, (13/11/2017). Gubernur Irianto di undang bersama dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman), Prof Dr Indroyono Soesilo.

Irianto Lambrie menghadiri undangan ke Kota Bonn Jerman, juga menjadi salah satu pembicara atas undangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang disampaikan sejak 5 Oktober 2017 lalu. Bahkan, bersama delegasi dari Indonesia lainnya, Irianto menjadi bagian dari Paviliun Indonesia di Conference of the Parties-23 United Nations Framework Convention On Climate Change (COP-23 UNFCC) atau konferensi perubahan iklim.

Konferensi yang diselenggarakan pada 9 - 17 November 2017 mendatang akan di ikuti oleh puluhan ribu peserta yang berasal dari ratusan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Intinya pertemuan tersebut terkait dengan upaya mengantisipasi dampak negatif, terjadinya perubahan iklim sebagai akibat kerusakan lingkungan dan sumber daya alam di dunia," tutur Gubernur Irianto.

Pertemuan tersebut juga merumuskan kebijakan dan program kerjasama antar negara untuk melestarikan keseimbangan alam dan lingkungan, agar perubahan iklim dunia beserta dampak negatifnya dapat dikurangi, dan dicegah.

"Saya akan berbicara mengenai bagaimana peran dan fungsi kekayaan alam, lingkungan dan
budaya masyarakat lokal di Kaltara. Dalam memberikan kontribusi bagi upaya mencegah dampak negatif perubahan iklim global terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat dunia," tutur Irianto.

Secara khusus, lanjutnya, dibeberkan tentang perkembangan pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), budaya dan hukum adat masyarakat lokal, yang merupakan bagian dari Heart of Borneo (HoB), dan menjadi salah satu ‘kawasan konservasi warisan dunia’.

"Dengan segala keanekaragaman hayati (flora dan fauna) yang terkandungnya, kawasan hutan yang kita miliki ini, perlu perhatian dan menjadi kewajiban masyarakat global (dunia) untuk turut menjaga, memelihara dan melestarikannya," ujar Gubernur Irianto

Tak hanya meminta dukungan dunia untuk bersama-sama menjaga hutan di Kaltara, Gubernur juga memaparkan potensi pariwisata alam di provinsi bungsu ini. Dengan harapan bisa menarik perhatian dan minat masyarakat dunia, untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Kaltara. Gubernur juga menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tengah membuat kebijakan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.

Irianto mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai bagian dari upaya melestarikan kekayaan alam dan lingkungan. Sekaligus mewariskannya untuk dapat dinikmati oleh generasi berikutnya dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Kita bercita-cita menjadikan Provinsi Kaltara sebagai sumber dan pusat energi terbarukan berbasis konservasi, yang sekaligus menjadi basis pertumbuhan ekonomi dan industri hijau," ucapnya.

Di sela kegiatan konferensi, bersama Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jerman, Fauzi Bowo, Gubernur juga mendapat kesempatan wawancara dengan televisi terkemuka Jerman, DW TV. (Humas)


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI