Trauma, Artis Boy San Korban Pemukulan Debt Kolektor Nangis di Depan Wartawan

| 466 Views
id Trauma, Artis Boy San Korban Pemukulan Debt Kolektor Nangis di Depan Wartawan
Trauma, Artis Boy San Korban Pemukulan Debt Kolektor Nangis di Depan Wartawan

JAKARTA, JURNALKALTARA.COM - Korban pemukulan dan pengeroyokan Debt Kolektor yang diduga dari PT Olimpindo Multi Finance (OMF), yang terjadi pada presenter Pilot Rest trans TV yaitu Boy San, menangis di hadapan puluhan wartawan pada hari Rabu sore, (20/05/2015) di cafe Melly's jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Pemeran sinetron FTV "Disaat Kita Jatuh Cinta" itu sesunggukan menceritakan pengalamannya yang tidak menyenangkan dari siksaan dan pemukulan yang dilakukan debt kolektor, mulai dari perlakukan pemukulan, diseret hingga dibentak-bentak.

"Saya sudah putuskan untuk tidak tinggal lagi dirumah saya di Bekasi itu, dan itu benar-benar membuat saya trauma kalau melihat rumah itu, sekarang ini kalau mau kemana-mana saja saya terpaksa ditemani sama keluarga," tuturnya sambil menangis di hadapan kamera televisi.

Sebelumnya, Boy San yang menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan dari 4 orang Debt Kolektor yang mengaku dari PT Olimpindo Multi Finance yang terjadi pada Minggu malam, (17/05/2015) di depan rumahnya di Kota Bekasi-Jawa Barat. Akibatnya, bintang iklan Aqua tersebut langsung melaporkan tindakan anarkis Debt Kolektor ke Reskrim Polresta Bekasi Kota pada Senin dini hari, (18/05/2015) di Kota Bekasi.

Luka-luka dan memar yang menjadi bukti atas pemukulan tersebut sudah masuk dalam laporan visum oleh pihak Kepolisian, mulai dari leher, pinggul, hingga benjolan. Kejadian itu terjadi saat Boy San ingin bepergian shooting, dan bertemu dengan pihak debt kolektor.

"Sebenarnya kita bisa menyelesaikannya secara baik-baik dan akan saya bayar, waktu itu saya hanya nanya 'kamu maunya apa', tapi mereka langsung mencekik saya dan sempat saya berontak, saya meminta tolong, lalu saya terjatuh, langsung diseret, leher saya sakit dan kepala saya juga. Tapi tadi saya sudah di visum," tambahnya.

Sebelum kejadian, rumahnya sempat didatangi para debt kolektor dan meminta bertemu dengan pemilik, namun saat itu Boy San sedang ada shooting diluar. Dan dari pernyataan pembantunya bahwa debt kolektor itu menggoyang-goyangkan pagar dengan keras. Lalu kedatangan debt kolektor yang kedua kali, saat itu Boy San dalam keadaan capek dan lelah habis shooting iklan dan pulang pada larut malam.

Boy pun berharap dipagi harinya, baru dilakukan pembayaran tunggakan kendaraan CRV yang konon hanya telat 2 bulan. Namun, rumahnya malah di gembok dan diduga dilakukan oleh para debt kolektor tersebut.

"Iya saya mengerti telat bayar, namun cuma telat dua bulan. Itupun belum jatuh tempo bulannya. Nah tau lah kan setiap hari kita kerja kesana-kemari, shooting dan lain-lain. Bukannya saya tidak mau bayar, cuma karena lupa dan waktunya mepet banget, akhirnya kelupaan dan sampailah masuk sebulan lebih," tuturnya.

Sementara kuasa hukum Boy San yaitu Roy M. Maruli Napitupulu menegaskan hingga saat ini kuasa hukum dari pihak leasing belum ada pembicaraan, untuk mengurai permasalah yang terjadi. Namun kasus tersebut akan tetap dilanjutkan karena sudah masuk dalam ranah pidana dan perdata.

"Apapun itu, dari kita akan tetap melanjutkan kasus ini di ranah hukum, secara pidana dan perdata, karena hingga kini kita masih menunggu itikad baik dari pihak leasing untuk mengurai kasus tersebut," tuturnya saat mendampingi Boy San.

Roy sendiri menyayangkan kasus pemukulan itu, karena kliennya mengalami kerugian secara fisik dan psikologis serta berdampak pada kontrak kerja kliennya di sejumlah Production House (PH) ikut tertunda.

"Kerugian trauma yang cukup besar, karena sampai saat ini klien kami masih merasa takut," tuturnya.

Reporter : Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI