Rp 5 Miliar Dana Kemenhub Melayang di Sebatik-Nunukan

| 2181 Views
id Rp 5 Miliar Dana Kemenhub Melayang di Sebatik-Nunukan
Rp 5 Miliar Dana Kemenhub Melayang di Sebatik-Nunukan

www.newstara.com - NUNUKAN - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kalah telak dalam sengketa perebutan hak lahan dengan masyarakat di Pengadilan Negeri Nunukan, setelah perintah eksekusi pengosongan lahan jalan masuk (akses) ke pelabuhan Sebatik Nunukan.

Lokasi tersebut telah dibangun oleh pemerintah berupa jalan masuk ke dermaga Pelabuhan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan dengan anggaran yang telah dialokasikan sejak tahun 2001 sebesar Rp 5 miliar.

Sementara, putusan pengadilan Nomor 06/Pdt.G/2011 tanggal 17 Juni 2011, juncto putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda Nomor 115/PDT/2001/PT.KT SMDA tanggal 3 April 2012, juncto putusan Mahkamah Agung Nomor 1571 K/PDT/2013 telah meng eksekusi lahan untuk segera dikosongkan, artinya aset pemerintah yang sudah dibangun di atas tanah sepanjang 131 meter dengan lebar 30 meter harus dikosongkan, begitupula dengan aset-aset dermaga yang sudah dibangun di lahan seluas 5.650 meter persegi juga harus dibongkar.

Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Nunukan, Hadi Riyanto saat mengumumkan perintah eksekusi itu mengatakan maksud kedatangannya untuk melaksanakan Penetapan Pengadilan Negeri Nunukan.

Hadi mengawali pembacaan putusan yang dihadiri Kepala Kantor Pelabuhan Sungai Nyamuk, Haji Juniansyah mewakili tergugat satu dan Camat Sebatik Utara, Purwo Hari mewakili Bupati Nunukan sebagai tergugat dua dan Salahuddin, kuasa khusus Haji Mustamin selaku pihak pemohon eksekusi.

Sementara, Kepala Kantor Pelabuhan Sungai Nyamuk Juniansyah mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan selain pasrah namun pihaknya ingin memohon kepada penggugat yang menang yakni Mustamin selaku pemilik tanah agar tidak membongkar aset dan mencaro solusi terbaik.

"Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan aset dan melakukan pengurugan, karena sebelumnya di lokasi lahan tersebut merupakan tanah rawa, ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan tersebut sebenarnya sudah di gunakan namun akses ke pelabuhan tidak ada, sehingga trestle dermaga sepanjang 2.200 meter dengan lebar 4 meter yang dibangun sejak 2001 tersebut menghabiskan anggaran lebih dari Rp 300 miliar, sementara pembangunan aset lainnya menghabiskan Rp 200 miliar.
 
Sekedar informasi, Pelabuhan ini berada di jalan Ahmad Yani, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dan penggugat sebenarnya sudah cukup lama mengklaim kepemilikan lahan-lahan tersebut. Namun, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyerahkan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. 

Reporter: Ilham A. Nur


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI