Proyek Bekapai Fase 2B Blok Mahakam Kaltim Selesai

| 1074 Views
id Proyek Bekapai Fase 2B Blok Mahakam Kaltim Selesai
Proyek Bekapai Fase 2B Blok Mahakam Kaltim Selesai

www.newstara.com - BALIKPAPAN - Perusahaan minyak dan gas yakni Total E&P Indonesie (TEPI) akhirnya selesai melakukan modifikasi terakhir pada anjungan (platform) BL di Lapangan Bekapai. Kegiatan ini dalam rangka menyelesaikan proyek Bekapai Fase 2B. Bahkan, proyek itu sesuai dengan target anggaran dan jadwal penyelesaian.

Proyek Bekapai Fase 2B dilakukan di Lapangan Bekapai dan Peciko, dimana kedua lapangan minyak dan gas itu merupakan bagian dari Blok Mahakam yang dioperasikan oleh TEPI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan participating interest 50-50 persen dengan INPEX.

"Proyek terdiri dari dua paket pekerjaan yakni pemasangan pipa berdiameter 12 di bawah laut sepanjang 12,6 kilometer dari anjungan BA di Lapangan Bekapai ke anjungan SWP-K di Lapangan Peciko yang selesai pada 25 Juli 2015, dan paket modifikasi anjungan yang tuntas pada 13 September 2015 melibatkan sejumlah anjungan Multiwell Bekapai Platforms (MWP) yakni BA, BP, BG, dan BL di Lapangan Bekapai, serta anjungan SWP-K di Lapangan Peciko," tutur Kepala Divisi Corporate Communication
Reda Gaudiamo. 

Selama pelaksanaan tidak terjadi Lost Time of Injury/LTI (hilangnya jam kerja karena kecelakaan) dan menghabiskan lebih dari 1,5 juta jam kerja. Prestasi ini tercapai berkat kinerja dan kerjasama yang sangat baik oleh seluruh anggota tim.

Proyek pengembangan lapangan ini cukup kompleks ditambah dengan jadwal kerja yang agresif dan dinamis di fasilitas produksi yang telah berumur 35 tahun. Pada puncaknya pekerjaan ini melibatkan 570 personil, 25 kapal laut yang semuanya berbendera Indonesia yang bekerja selama 222 hari di laut. 

Pekerjaan itu juga membutuhkan sekitar 400 ton material untuk pekerjaan modifikasi, 205 titik penyambungan (tie-in point), 27 pengangkatan kompleks di lepas laut (offshore complex liftings), dan 11 operasi simultan (SIMOPS) yang dilaksanakan pada anjungan yang tetap beroperasi. Selain itu, seluruh pekerjaan fabrikasi dilakukan di Kalimantan Timur.

"Dengan proyek ini, produksi gas di Lapangan Bekapai akan naik menjadi 92 mmscfd, sementara produksi minyaknya dipertahankan di atas 10.000 bopd.  Upaya ini berkontribusi signifkan pada pencapaian produksi tahunan TEPI  sebanyak 1.7 Bscfd untuk gas dan 65 kbopd untuk likuid (minyak dan kondensat)," ujarnya.

Sekedar informasi, Total E&P Indonesie telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 dengan mengoperasikan blok lepas pantai Mahakam di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek itu meliputi lapangan gas Peciko, Tunu dan lapangan gas kondensat Tambora serta lapangan minyak Bekapai dan Handil. Total juga menjadi operator di lapangan gas Sisi-Nubi dengan partisipasi 47,9%. 

Operasi yang begitu besar menempatkan Total pada 2012 sebagai operator produsen gas dan minyak terbesar di Indonesia (dalam skala barel ekuivalen minyak).  

Total juga menyuplai 80% kebutuhan gas kilang LNG Bontang dengan produksi pada 2014 sebesar 1.761 Bcf/d dan 67.600 bod untuk minyak dan kondensat. Total juga aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan eksplorasi di Indonesia dengan mengambil saham-saham partisipasi di sejumlah blok eksplorasi di Indonesia pada akhir 2013 dengan menargetkan khususnya wilayah eksplorasi laut dalam dan wilayah-wilayah under-explored frontier. 

Pada Oktober 2012, Total mulai berproduksi 2 bulan lebih cepat di lapangan Stupa yang baru sebagai bagian dari Wilayah South Mahakam Fase 1 dan 2. South Mahakam Fase 3 sudah memasuki tahap pengeboran sejak Q2 2015, dua bulan lebih cepat dari target.

Reporter: Andika


Baca Juga
Ini Daftar Sementara Berkas Parpol Masuk ke KPUD Tarakan
Gubernur Irianto Hadiri FGD Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK