Tambang Batubara PT MIP di Tana Tidung Longsor

| 1944 Views
id Tambang Batubara PT MIP di Tana Tidung Longsor
Tambang Batubara PT MIP di Tana Tidung Longsor

www.newstara.com - TANA TIDUNG - Lokasi pertambangan batubara di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Ilir milik PT Mandiri Inti Perkasa (MIP) mengalami insiden longsor lahan pada pekan lalu. Namun, sejumlah laporan dari perusahaan tersebut menyebutkan insiden itu tidak menimpa lahan pemukiman warga sekitar.

Dari hasil pantauan newstara.com sekaligus pemantauan di lokasi oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung (KTT), justru terlihat ada perkebunan kopi dan karet milik warga di Desa Menjeletung yang mengalami kerugian. Salah satu warga di RT 2 Desa Menjelutung Ahmad. U mengatakan sejak dua tahun terakhir perusahaan pertambangan batubara itu beroperasi, lahan perkebunan miliknya mengalami lahan basah sehingga terjadi tanah longsor.

“Dalam dua tahun terakhir, saya sudah kesulitan untuk melakukan panen perkebunan karena dampak yang ditimbulkan perusahaan itu, apalagi perkebunan saya sangat berdekatan dengan lahan batu bara MIP itu, banyak tanaman tidak sempat panen," tuturya.

Lahan perkebunan miliknya itu hanya seluas 1 hektar dan telah digarap selama puluhan tahun sebelum perusahaan batu bara tersebut beroperasi pada tahun 2006 lalu. Sebelumnya, keluhan itu telah disampaikan kepada pihak perusahaan melalui bagian Humasnya namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut kelihan tersebut.

“Kami heran setiap selesai pertemuan maka selesai persoalan padahal bila kami diperhatikan maka kami juga tidak mungkin teriak-teriak, dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan bukan hanya saat longsor saja tapi sebelum terjadi longsor juga, kami sudah mengalami kerugian,” tuturnya.

Sementara, Perwakilan PT MIP, Khrisna mengatakan saat ini pihaknya masih mengupayakan untuk merealisasikan keluhan masyarakat tersebut, apalagi yang terkena dampak musibah longsor tersebut bukan hanya masyarakat saja, perusahaan pun mengalami hal yang sama dimana terjadi kerugian sekitar Rp 100.000 atau USD 5.000 permeternya.

“Setelah kejadian longsor, kami juga telah melakukan pembahasan dengan humas-humas yang melibatkan masyarakat dan disepakati pihak pusat akan turun tangan, kami berharap masyarakat bisa bersabar,” tuturnya.

Reporter: Ani Murdiati


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI