Dua Sokhoi Turunkan Paksa Pesawat Asing Melintasi Udara Tarakan

| 1240 Views
id Dua Sokhoi Turunkan Paksa Pesawat Asing Melintasi Udara Tarakan
Dua Sokhoi Turunkan Paksa Pesawat Asing Melintasi Udara Tarakan

www.newstara.com - TARAKAN - Pesawat jenispesawat propeller single engine type N96706 yang terdeteksi melintasi wilayah udara Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), langsung diturunkan secara paksa oleh dua pesawat Sukhoi milik TNI AU di Bandara Juwata Tarakan pada Senin siang, (09/11/2015) atau sekitar pukul 14.35 WITE.

Pesawat pribadi milik sipil itu tidak memiliki izin terbang saat melintasi wilayah udara Indonesia, sehingga TNI AU berkewajiban melakukan tindakan sesuai dengan hukum internasional. Dokumen Izin terbang yang dimaksud adalah Flight Clearance (FC) yang dikeluarkan oleh Mebes TNI AU, Flight Approva atau MOT dari Kementerian Perhubungan RI dan izin yang ketiga adalah kunjungan warga asing atau Ministry of Foreign Affairs (MFA) ke negara Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Hingga berita ini diturunan, Satuan TNI AU Tarakan masih melakukan kontak dengan Mabes TNI AU di Jakarta dan masih melakukan kontak komunikasi dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) karena identitas pilot itu berlisensi dari Honolulu Internasional Airport yakni wilayah negara bagian Hawai, Amerika Serikat atas nama pilot James Murphy.

Komandan Pangkalan TNI AU Tarakan, Letnan Kolonel Penerbang Tiopan Hutapea menegaskan penurunan pesawat asing yang mellintas wilayah udara RI ini sudah sesuai dengan prosedur, karena pilot tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen izin penerbangan maka sudah cukup bukti serta sah untuk melakukan penurunan paksa.

"Ini merupakan tugas kita, dan TNI AU akan tetap menjaga kedaulatan NKRI, dan ini juga menunjukkan supremasi hukum, kita juga mampu mempertahan kedaulatan Indonesia," tuturnya kepada newstara.com pada Senin sore, (09/11/2015) di Bandara Juwata Tarakan. (baca juga : pesawat n96706 diturunkan paksa sukhoi ternyata pilot berpangkat letkol laut dari usa)

Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan sekitar 30 menit maka diketahui bahwa pilot tersebut memasuki wilayah udara Indonesia, dari rutenya yakni Filipina menuju Malaysia. Dan untuk sementara pilot yang diduga masih aktif sebagai satuan penerbangan tentara AS berpangkat Letnan Kolonel tersebut masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Sementara, hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan benda-benda berbahaya, hanya beberapa barang seperti pakaian, botol minum dan lembaran kertas-kertas yang dikategorikan sebagai luggage milik sang pilot. (baca juga : ini dia kronologis n96706 langgar wilayah udara ri)

"Tidak, untuk sementara tidak kita temukan barang yang berbahaya, hanya kita memeriksa tas miliknya untuk mencari dokumen izin terbang di Indonesia, dan dari penuturannya bahwa perusahaannya sudah melengkapi dokumen terbang berupa Fligh Plane, tapi itu adalah rencana terbang bukan izin terbang di kedaulatan Indonesia, tapi katanya tadi dia salah karena tidak melihat bukti fisik dokumen-dokumen tersebut," tutur Tiopan.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI