Menteri Marwan : Dana Desa dan Perbatasan di Kemen PDT Rp 47 Triliun

| 1006 Views
id Menteri Marwan : Dana Desa dan Perbatasan di Kemen PDT Rp 47 Triliun
Menteri Marwan : Dana Desa dan Perbatasan di Kemen PDT Rp 47 Triliun

www.newstara.com - TARAKAN - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menegaskan pengajuan dana APBN 2016 untuk pembangunan desa tertinggal dan perbatasan di seluruh Indonesia mencapai Rp 47 Triliun, atau naik lebih dari 100 persen dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp 20,27 Triliun. Angka tersebut cukup besar mengingat program pembangunan Presiden Jokowi untuk menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan NKRI dan peningkatan pembangunan desa-desa tertinggal.

"Untuk dana desa dan perbatasan ini besarannya dua kali lipat dari tahun 2015 ini, tahun ini kan sekitar Rp 20,27 triliun, nah tahun depan itu ada sekitar Rp 47 triliun dan kita harapkan semua desa di Indonesia termasuk Kaltara ini juga mendapatkannya," ujarnya kepada newstara.com pada Selasa, (17/11/2015) di VIP Bandara Juwata Tarakan.

Menurutnya, pembagian desa-desa sudah dibagi dalam 5 klatser antara lain desa maju atau mandiri, desa proses menjadi desa maju atau mandiri, desa berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah mencapai 74.039 desa.

"Kita sudah terbitkan indeks desa membangun dan desa-desa itu meliputi 5 klaster dan memang di Indonesia ini ternyata masih banyak sekali desa-desa tertinggal," ujarnya.

Sementara, tahun lalu dana desa sudah terserap cukup besar seperti di wilayah Kabupaten Malinau Provinsi Kaltara yang menyerap dana desa dan perbatasan dalam pembangunan infrastruktur berupa jembatan pembatas, irigasi desa, jalan dan lainnya. Alhasil, terjadi peningkatan dan pergerakan perekonomian di wilayah tersebut.

"Dana desa sudah kita gelontorkan dan seluruh Indonesia sudah bisa menikmati, dan bukan hanya perbatasan. Untuk Kaltara sudah saya cek tadi pagi dan tadi malam itu di Malinau, ada dua desa yah dan hasilnya sangat positif," ujarnya.

Marwan mengatakan, untuk tahun 2016 mendatang maka pihaknya juga akan mengalokasikan dana perbatasan dan desa di Provinsi Kaltara. Bahkan, bisa meningkat cukup besar dari tahun 2015. Ini disebabkan karena Provinsi Kaltara memiliki wilayah perbatasan terpanjang di Indonesia.

Selain itu, ada inisiatif dari sejumlah stake holder terkait mendirikan sebuah forum yakni "Border in the Summit". Dimana forum tersebut akan memberikan informasi desa dan perbatasan dalam memasarkan sejumlah produk-produk desa, sehingga memudahkan para investor menggarap lahan di perbatasan yang dinilai sangat potensial.

"Ada 41 daerah yang masuk wilayah perbatasan ini, kita juga sudah kerjasama dengan UGM untuk membuat profil, berikut apa-apa saja potensinya yang bisa digarap investor, mulai dari perkebunan, pertanian dan sumber daya alam lainnya, dan di bantu dengan dana-dana pembangunan perbatasan tapi untuk dana Kaltara ini saya tidak ingat angka pastinya di tahun depan," tuturnya.

Selain itu, dalam korelasinya untuk melibatkan investor di desa tertinggal dan perbatasan, maka akan melibatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dimana saat ini ada sekitar 55 juta UKM di desa-desa tertinggal hingga desa maju. Bahkan, dalam satu desa akan terdapat 1 hingga 2 desa yang bisa dikembangkan dan menciptakan produk unggulan desa.

"Saya kira fokus membangun desa dan perbatasan, adalah bagaimana kita melibatkan investor masuk desa. Walaupun dalam skala kecil yah, seperti UKM, dan itu mnjadi faktor yang krusial untuk menahan lambatnya perekonomian nasional," ujarnya.

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Ayo Buruan Dapatkan Kupon Jalan Santai & Zumba Newstara Berhadiah Motor dan Puluhan Doorprize
Gubernur Irianto Buka-bukaan Soal Pembelian Pesawat N-219 Buatan DI