Catat...!!! Paslon Umi-Maddo Dilarang Kampanye Pakai Atribut dan Logo PKB

| 101 Views
id Catat...!!! Paslon Umi-Maddo Dilarang Kampanye Pakai Atribut dan Logo PKB
Catat...!!! Paslon Umi-Maddo Dilarang Kampanye Pakai Atribut dan Logo PKB
Paslon Umi Suhartini dan Mahrudin Maddo saat mendaftar KPU melalui jalur independent. (Foto: Yoko)

Newstara.com TARAKAN - Pasangan calon (Paslon) Umi Suhartini dan Mahrudin Maddo yang maju dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tarakan periode 2018-2023, melalui jalur independent atau perseorangan. Ternyata tidak diperbolehkan menggunakan atribut hingga logo dari partai politik (Parpol), baik dalam kampanye maupun sosialisasi seperti algaka dan lainnya. Ini dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tarakan Teguh Subagyo, pada Selasa siang, (09/01/2018) di Kantor KPUD Tarakan.

"Secara administratif, pasangan Ibu Umi Suhartini dan bapak Mahrudin Maddo mendaftar melalui jalur perseorangan, sehingga tidak boleh menggunakan atribut atau logo-logo partai politik, termasuk dari PKB, jika tetap menggunakan maka akan diberikan sanksi dari Bawaslu, nanti bisa ditanyakan langsung ke Bawaslu secara tekhnisnya," tutur Teguh Subagyo kepada Newstara.com

Teguh mengatakan, pada saat memasuki kampanye baik melalui algaka hingga lainnya maka desain sosialisasi harus terlebih dahulu diserahkan kepada KPUD Tarakan, dan setelah disetujui baru dilakukan percetakan lalu sebagian akan dicetak sendiri oleh tim pasangan.

"Desain kan harus diserahkan ke kita dulu, kalau sudah disetujui maka kita cetak, nanti sebagian mereka pasangan mencetak, disitu tidak boleh ada logo atau atribut partai apapun," tutur Teguh.

Teguh mengatakan secara aturan dan legalitas berkas pasangan perorangan, maka tidak ada hubungannya dengan partai politik manapun. Dimana pada saat verifikasi jalur independent sudah dilakukan beberapa waktu lalu, dan sudah tidak ada kesempatan lagi bagi paslon untuk di dukung oleh partai politik.

"Tidak ada hubungannya dengan dukungan partai dan kami hanya mem-verifikiasi perseorangan dan kalau sekedar hadir tidak masalah, yang dipersoalkan hanya atribut partai saja, kalau kader partau hadir tidak masalah, dan dalam konteks sosialisasi dan kampanye kan memang ada aturan etika dan estetika," tuturnya. 

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Berjaya & Ramayan Dept Store Gelar Festival Pop Dangdut & Spekta 2018
Tanjung Selor Bakal Bangun Mirip Taman Berlabuh Senilai Rp 14,6 Miliar