Astaga, Ince A.R Keceplosan Sebut Mendapatkan Hanura Tidak Gratis

| 101 Views
id Astaga, Ince A.R Keceplosan Sebut Mendapatkan Hanura Tidak Gratis
Astaga, Ince A.R Keceplosan Sebut Mendapatkan Hanura Tidak Gratis
Paslon H. Badrun dan INce AR saat berada di Kantor KPU Tarakan. (Foto: Yoko)

Newstara.com TARAKAN - Wakil Calon Walikota Tarakan Ince A. Rifai sedikit geram dengan sikap yang ditunjukkan Partai Hanura, terkait adanya SK yang dikeluarkan untuk paslon lain, sehingga secara harafiah menganggap SK pengusungan calon yang sudah ditanda tangani Ketua Umum Oesman Sapta dan Sekjen Sarifuddin Sudding untuk paslon Badrun-Ince tersebut dibatalkan. Namun, Ketua KKSS ini tidak mendapatkan konfirmasi maupun surat pembatalan atas SK yang dikeluarkan itu dan menganggap SK untuk paslon lain tidak resmi karena hanya ditanda-tangani oleh Ketua Umum DPP Hanura dan Wakil Sekretaris DPP Hanura.

Ince mengatakan sebenarnya persoalan partai tersebut merupakan persoalan internal, dan pihaknya sudah mengawalnya sejak di tingkat DPC, DPD hingga DPP Partai Hanura. Dan pada puncaknya, Partai Hanura memutuskan mengusung Paslon Badrun-Ince dalam Pilkada Tarakan, yang berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan DPP dengan nomor surat SKEP/B/046/DPP-HANURA/XI/2017.

"Kalau ada calon memakai SK ditanda tangani Ketum dan Wasekjen seharusnya KPU wajib menolaknya, dan bilamana tanda tangan atau Sekjen di ganti harus melalui Munas dulu, tidak sembarangan. Dan terus terang saja, ini persoalan harga diri yang saya pertaruhkan," ujarnya.

"Ini partai akal-akalan pak, dan tidak gratis pak saya terima barang ini, tidak gratis dan saya tidak mencuri pak, dan ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat Tarakan, dan saya melakukan menghadap mereka dan kalau dianggap ada pembatalan apa alasan pembatalan itu," tambahnya.

Sementara, Calon Walikota Tarakan Drs. Badrun M.Si memastikan dirinya tidak akan memberikan kesempatan bagi paslon lain untuk mendapatkan Partai Hanura dalam pengusungan calon bursa Pilwali Tarakan. Karena jika meninggalkan Partai Hanura, dan tetap menggunakan PDI Perjuangan dan Partai Golkar, maka dapat diartikan dirinya memberikan kesempatan kepada calon lain. Bahkan, jika pengusungan partai tersebut diputuskan gagal oleh KPUD Tarakan maka tim Badrun-Ince akan menempuh jalur hukum. Ini berbeda jika Partai Hanura tidak mengusung satupun pasangan calon sehingga dapat diartikan menjadi sebuah asas keadilan.

H. Badrun juga menjelaskan bahwa yang dimaksudkan Wakilnya sebagai Partai Hanura tidakl gratis adalah sebuah istilah, karena untuk melakukan kepengurusan mendapatkan partai politik tersebut maka dibutuhkan waktu dan tenaga, serta lainnya. Namun, tidak dimaksudkan sebagai persoalan mahar.

"Bukan persoalan mahar bah, ini seperti ketika mengurusnya kan membuang waktu, tenaga dan itu dimaksudkannya dan bukan artinya yang lain-lain, nggak boleh kan mahar begitu," tutur Badrun kepada Newstara.com

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Berjaya & Ramayan Dept Store Gelar Festival Pop Dangdut & Spekta 2018
Tanjung Selor Bakal Bangun Mirip Taman Berlabuh Senilai Rp 14,6 Miliar