Connect with us

Kaltara

Waduh, Ada 3 Kasus Diselidiki Dugaan Korupsi Proyek Pemprov Kaltara

Ketua Umum Investigasi Lembaga Nasional Anti Korupsi Republik Indonesia (LNAKRI) Povinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Fajar Mentari S.Pd. (Ft. Dok)

Newstara.com JAKARTA – Ketua Umum Investigasi Lembaga Nasional Anti Korupsi Republik Indonesia (LNAKRI) Povinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Fajar Mentari S.Pd menegaskan pihaknya siap membeberkan data-data yang dibutuhkan kepada Polda Kaltara dan Tipikor dalam menindak lanjuti serta mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Fajar mengatakan dugaan temuan penyalahgunaan anggaran dalam APBD itu mencakup pada proyek fasilitas umum (Fasum) di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan. Dan beberapa daerah lainnya, bahkan proyek diduga korupsi yang sedang ditangani Polda Kaltara sebanyak 12 kasus.

“Jika ada dugaan temuan, jelas kita harapkan tidak tebang pilih, siapapun dia dan apapun profesinya, harus selalu berpedoman pada prinsip berkeadilan, bila perlu tim penyidik kita bantu dengan data-data,” tutur FM kepada Newstara.com pada Kamis pagi, (16/07/2020) di Jakarta.

“Ini bukan main-main yah, ada sebanyak 12 proyek di Provinsi Kaltara yang diduga tidak jelas dan tersandung dengan dugaan tindak pidana korupsi, bahkan saat ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara sudah mulai memprosesnya, diantara kasus tersebut sudah dalam tahap penyelidikan dan mulai di naikkan statusnya ke tahap selanjutnya, dan kami siap ikut mengkaji segala pelanggaran hukum atau berkenaan dengan kerugian atas aset negara,” sambungnya.

Sebelumnya, Polda Kaltara menyebutkan ada sekitar 12 proyek yang sedang ditangani saat ini dan diduga telah merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Namun, untuk memperkuat kasus dugaan tersebut maka Polda Kaltara sedang menunggu keterangan ahli konstruksi.

Dugaan tindak pidana korupsi itu mengarah kepada APBD/APBN/DAK (Dana Alokasi Khusus,red) dan dalam penyelidikan yang terus berlanjut yakni 1 proyek merupakan anggaran Kementerian, dan 3 proyek merupakan anggaran Provinsi Kaltara, dengan lokasi proyek di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan. Dimana, masing-masing daerah terdapat dua proyek.

Reporter: Mufreni

1 Comment

1 Comment

  1. Riska

    16/07/2020 at 1:16 pm

    Bukan hnya korupsi di 12 kasus itu aja….laporrr pak didesa kami juga. Kepala desanya korupsi besar besaran. Dana desa ber Miliar miliaran dimakan. Kadesnya baru jadi kades th 2018 kmren. Tp tiba tiba bisa bangun rumah sarang burung 2 sekaligus, buat lahan kelapa sawit beribu hektar, buat lahan ladah beribu hektar, menantunya sendiri tidak sadar membeberkan info kalo dia dan suaminya diberikan uang oleh mertuanya yg kepada desa itu sebanyak 40 juta lalu tidak lama diberi lagi 60juta. Katanya itu modal utk bangun usaha. Dari mana seorg kades bisa punya uang kesss 100juta. Dan sebenarnya desa kami memiliki postu, tapi postu sdh tidak terurus, dan kepala postu itu sudah diberitahu oleh dinas klo uang dana perbaikan postu sdh diberikan kpd kades. Kepala postu menunggu nunggu tp tdk ada desa memberikan dana perbaikan kepada postu. Begitu juga dengan air pam pipa yg akan diseberangi ke seberang kampung didesa kami pura sajau. Itu tdk diurus urus, alasan blg tdk ada dana, pdhal dana desa itu kami tahu dr pemerintah itu 1 miliar 5ratus juta. Ditambah sekarang bantuan BLT dan bansos tdk dibagi rata selama korona ini kadesss didesa kami pura sajau ini benar benar tidak beresss. Daerah kami desa pura sajau, tanjung palas timur kab.bulungan Tunjung selor. Nama kades kami Darius. Nama kepala postu kami bidan yim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in Kaltara