Connect with us

Covid-19

3 Tahun Raja Salman Bakal Larang Warganya Ke Indonesia

Raja Salman - Pemerintah Arab Saudi Larang Warganya ke Negara Zona Merah. (Ft. AntaraNews)

Newstara.com JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi melarang warganya bepergian ke Indonesia dan negara-negara lainnya yang masuk dalam daftar merah atau negara zona merah. Negara-negara yang masuk daftar tersebut adalah Indonesia, Afganistan, Argentina, Brasil, Mesir, Ethiopia, India, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, Vietnam dan Uni Emirat Arab.

Saudi Press Agency (SPA) bahkan melaporkan Raja Salman akan menghukum berat warganya yang nekat mendatangi negara-negara yang masuk dalam daftar merah sejak bulan Mei 2021.

“Siapapun yang terbukti terlibat maka akan dikenakan pertanggung jawaban hukum dan hukuman yang berat, sekembalinya mereka. Akan dilarang bepergian tiga tahun,” ucap pejabat yang dilaporkan Reuters, pada Rabu sore, (28/07/2021) waktu setempat.

Negeri kaya minyak berpenduduk 30 juta jiwa itu mencatat telah terjadi 1.334 kasus baru dengan 11 kasus kematian dan ada 522.108 kasus Covid-19 sejak tahun 2020 lalu dengan total kematian menembus 8.200 jiwa. Dengan infeksi harian dari 4.000 kasus menurun secara drastis menjadi di bawah 100 kasus sejak Januari 2021.

Langkah yang diambil Raja Salman kabarnya untuk mengekang masuknya varian Delta Covid-19 dengan penularan yang cepat dan kematian yang tinggi, karena varian Delta Covid-19 masuk dalam varian of interst WHO.

SPA melaporkan Varian Delta memiliki kemampuan penyebaran yang sangat cepat, dan kelompok anak-anak dan dewasa muda yang sebelumnya tidak rentan justru menjadi sangat berisiko dengan gejala yang lebih berat.

Berdasarkan data Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Soekarno-Hatta, sejak awal Juli 2021 ada sekitar 455 warga Arab Saudi yang bertolak pulang kampung, lalu di ikuti dari bewrbagai negara lainnya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Covid-19