Paska Pilwali, Arah Paslon Bisa Ditebak Menuju Calon Legislatif

RedaksiRedaksi - Jumat | 23 Februari 2018 WIB
judul]
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA
Dalle Nawir, pengamat politik Tarakan. (Foto: Dok)


Newstara.com TARAKAN - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang diselenggarakan secara serentak di sejumlah daerah termasuk di Kota Tarakan, akan berakhir pada bulan Juni 2018 mendatang. Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa 3 pasangan calon (Paslon) kalah akan menuju ring Legislatif, seperti banting stir sebagai Calon Anggota DPRD Kota, Provinsi, DPD RI atau DPR RI.






Pengamat Politik Kota Tarakan, sekaligus CEO Alegori Cafe Dalle Nawir menyebutkan bahwa ada kmeungkinan 3 pasangan calon yang kalah akan menuju legislatif karena sudah memiliki popularitas atau massa tersendiri. Sehingga, cukup mudah untuk banting stir ke pencalonan legislatif.






"Hal ini sah-sah saja saya kira, karena ada beberapa calon yang memang ingin tetap mengabdi kepada masyarakat dan memang pilihannya apakah yang bersangkutan mau menunggu 5 tahun lagi atau beralih ke legislatif, karena jika memilih legislatif maka peluang kemenangan terbuka lebar," tutur Dalle saat kepada Newstara.com pada Jumat malam, (23/02/2018) di Tarakan.






Menurutnya, ada jeda waktu berakhirnya masa Pilwali Tarakan yakni pada bulan Juli 2018, sementara KPUD Tarakan baru menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) pada bulan September 2018 mendatang sehingga masih cukup waktu para paslon kalah untuk beralih ke legislatif.






"Masih ada waktu mereka untuk berpikir apakah mau berkebun atau mencalonkan legislatif, dan kalau legislatif peluangnya menang itu lebih besar," tuturnya.






Sekedar informasi, saat ini Pilwali Tarakan di ikuti oleh 4 pasangan calon. Antara lain, paslon nomor urut 1 yakni Hj Umi Suhartini dan Mahrudin Mado, lalu pasangan nomor urut 2 yakni dr Khairul dan Effendhi Djuprianto, untuk nomor urut 3 yakni paslon Drs Badrun dan Ince A.R, lalu nomor urut 4 yakni paslon Ir Sofian Raga dan Sabar Santuso.






"Setiap pertandingan itu memang ada yang menang dan kalah, namun bagi yang kalah tetap berbesar hati dan setidaknya mulai saat ini sudah ada planning kedepan," tutur Dalle Nawir.






Reporter: Yoko Handani