Wow, Khairul Effendhi Masih Unggul di Poling Newstara

RedaksiRedaksi - Jumat | 23 Februari 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Paslon Khairul Effendhi masih unggul di Poling Newstara. (Foto: Dok)

Newstara.com TARAKAN - Pasangan calon (Paslon) Pilwali Tarakan periode 2018-2022 yakni dr Khairul dan Effendhi Djuprianto dengan tagline OKE, masih bertahan di puncak perolehan suara poling Newstara yakni sekitar 40,0 persen, sementara paslon Ir Sofian Raga dan Sabar Santuso dengan tagline SOBAT berada di posisi kedua dengan perolehan suara 31,0 persen.

Lalu disusul paslon Hj umi Suhartini dan Mahrudin Mado yang berada di posisi ke 3 dengan perolehan suara 15, 9 persen dan posisi ke empat atau terakhir yakni paslon H Badrun dan Ince A.R dengan perolehan suara 13,1 persen.

"Perolehan suara sementara dalam poling Newstara ini ternyata masih unggul paslon OKE, dan ini sudah pekan kedua paslon tersebut masih bertahan, walaupun sempat sebelumnya paslon SOBAT sempat menyusul dan beda tipis lalu hanya berselang beberapa jam saja paslon OKE kembali menambah grafik kepesertaan pilihan," tutur CEO Newstara Yoko Handani pada Jumat malam, (23/02/2018) di Tarakan.

Yoko mengatakan masing-masing paslon memiliki cara tersendiri untuk memenangkan kontes Pilwali Tarakan, ada yang menggunakan tim dunia maya, media sosial dan lainnya. Namun, ada pula yang menggunakan cara-cara pendekatan sosialisasi atau lainnya.

"Artinya begini, poling Newstara ini bersifat terbuka untuk siapapun dan calon atau tim manapun, silahkan untuk mengikuti poling. Namun, catatan saya bahwa poling Newstara bersifat dunia maya sehingga tidak ada ukuran apakah di pemilih merupakan si DPT atau tidak, karena sifatnya universal, patut di garis bawahi adalah Newstara hingga saat ini tidak mendukung salah satu paslon manapun," ujar Yoko.

Yoko Handani berharap setiap pasangan calon atau tim pemenangan dapat mempromosikan visi misinya di sejumlah media sosial internet, sehingga si pemilih poling Newstara.com yang merupakan para pengguna internet dapat melihat dan memahami visi misi tersebut.

"Sistem atau strategi apapun dapat sah dilakukan sepanjang tidak melanggar aturan perundang undangan, karena tujuan utamanya kan untuk mengenalkan visi misi paslon kepada masyarakat," ujar Yoko Handani.

Sehingga setiap paslon atau ketua tim pemenangan dapat ikut berpartisipasi untuk mengkampanyekan poling Newstara kepada para pendukungnya, sehingga mennjadi salah satu tolak ukur apakah si paslon tersebut cukup populer atau tidak di kalangan masyarakat yang berinteraksi dengan dunia maya.

"Paslon populer itu memang tidak ada jaminan pasti untuk dipilih masyarakat, tapi setidaknya anda dikenal masyarakat sehingga para pemilih tidak membeli kucing dalam karung," tutur Yoko Handani.

Reporter: Andika

Close Ads X