IMM Tarakan Bereaksi Nyatakan Sikap Atas Aksi Demo 22 Mei Pilpres

RedaksiRedaksi - Minggu | 26 Mei 2019 WIB
judul]
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA


Newstara.com TARAKAN - Pemilihan Presiden 2019 baru saja berlau, dan KPU RI akhirnya mengumumkan bahwa pasangan Jokowi - Ma'aruf Amin lebih unggul dari pasangan Prabowo - Sandi. Namun, terjadi perseteruan yang di pertontonkan oleh pendukung masing-masing yang justru berdampak negatif terhadap masyarakat, apalagi saat penyelenggara pemilu tersebut mengumumkan hasil rekapitulasi C1.







Masyarkat yang merasa di curangi pun berbondong-bondong dari berbagai daerah menuju Bawaslu untuk menyampaikan ketidakpuasannya terhadap hasil rekapitulasi yang diumumkan KPU RI.







"Untuk saudara-saudaraku yang berada disana, yang sedang memperjuangkan kebenaran, yang menuntut keadilan seadil-adilnya, tetap semangat, yakinlah bahwa kebenaran itu akan segera terungkap karena kita semua berada di jalan Allah, yang telah memperjuangkan nasib orang banyak, yang memperjuangkkan nasib bangsa ini untuk anak cucu kita nantinya," tulis Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Tarakan, Zulfikar Arif atau biasa disapa Julu beberapa waktu lalu. 







"Untuk para aparat yang berjaga-jaga disana, lakukanlah tupoksi kalian sebagaimana mestinya. Mengayomi, Melindungi dan Melayani masyarakat adalah yang harus kalian lakukan, bukan malah sebaliknya. Jangan lakukan hal-hal yang memprovokasi rakyat, ataupun masa yang berada disana," tambahnya.







Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kota Tarakan juga menyatakan sikap sebagai berikut :







1. Menolak segala bentuk tindakan Refresifitas yang dilakukan oleh aparat negara terhadap masa yang melakukan aksi.







2. Meminta Presiden Republik Indonesia sebagai kepala negara untuk dapat hadir menyelesaikan permasalahan ini.







3. Mendukung penuh KPU dan BAWASLU untuk menyelesaikan segala tugas-tugasnya secara jujur dan adil.







4. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasan yang kondusif fasca Pilpres 2019. (***)