Connect with us

Covid-19

Desak Gubernur Beli Alat Test Swab, Norhayati Andris: Oh Tuhan, Ampuni Kami Sebagai Pejabat Terlalu Lambat Menangani Covid-19

Ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Norhayati Andris. (Ft Dok)

Newstara.com TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Norhayati Andris mendesak Gubernur Provinsi Kaltara sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Disease (Covid-19) Kaltara untuk segera melakukan pembelian alat test laboratorium sistem Swab seperti Balai Besar Laboratorium Surabaya.

“Tidak ada solusi lain selain membeli alat laboratorium tes Swab, oleh karena itu tidak ada jalan lain selain mengupayakan dan mendekatkan laboratorium tes Swab itu sendiri ke wilayah Kalimantan Utara,” ujarnya saat dihubungi Redaksi Newstara.com pada Sabtu pagi, (25/04/2020) di Tanjung Selor.

Politisi senior dari PDIP ini juga mengatakan selama ini sudah cukup masyarakat bersabar dalam mentaati kebijakan Pemerintah Provinsi sebagai ujung tombak Penanganan wabah Covid-19, karena hingga kini masih banyak lagi spesimen yang belum diperiksa dari hasil tes swab.

“Karena saya lihat semakin rumit perjalanan pengiriman sampel darah yang mau di tes, namun sampai saat ini Pemprov Kaltara masih belum serius dalam menangani permasalahan Covid-19,” tuturnya.

Norhayati mengingatkan bahwa dampak sosial dari warga yang sedang di karantina cukup besar, bahkan bisa memunculkan persoalan lain seperti lamanya berada di karantina sehingga memicu anggaran konsumsi naik, dan warga yang di karantina semakin bertambah setiap saat. Sehingga, Pemprov Kaltara harus segera mengusahakan pengadaan alat test laboratorium Swab secepatnya.

“Anggaran pasti membengkak dan warga akan semakin bertambah setiap saat di karantina, belum lagi masalah beban moril dan sosialnya, apakah mereka bisa bersabar menunggu berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu, hanya karena keterbatasan laboratorium yang berada di Surabaya,” ucapnya.

Norhayati menegaskan pihaknya sudah mendapat laporan dari Kabupaten dan Kota se-Kaltara di beberapa lokasi-lokasi karantina bahwa yang sehat di campur dengan yang diduga positif, belum lagi warga yang sehat dapat muncul penyakit lain, akibat stres di kurung terlalu lama karena menunggu hasil Swab.

“Nah atas dasar ini. Saya atas nama ketua DPRD Prov Kaltara mengharapkan Pemerintah Kalimantan Utara harus segera membeli alat laboratorium Swab, apalagi ditambah dengan pemberlakukan PSBB di Kota Tarakan yang akan menyetop penerbangan komersial menuju kota atau wilayah PSBB lainnya,” ujarnya.

“Maka ini semakin rumit mengirim sampel, jika tidak ada solusi, bisa dengan upayakan pesawat cargo tapi selama ini rasanya tidak ada pesawat khusus cargo yang ke Tarakan pasti sekalian dengan pesawat komersial, jangan karena harga mahal atau alasan urus ijin alat jadi tidak mampu membeli alat tersebut,” sambungnya.

“Dan jangan gara-gara Pemprov Kaltara tidak sanggup urus ijin atau tidak mampu bayar harga alat test Swab maka masyarakat Kaltara terkapar dan stres semua karena menunggu hasil tes spesimen yang jaraknya di Surabaya. Oh Tuhan.. ampuni kami sebagai pejabat pemangku kebijakan yang terlalu lambat dalam menangani wabah virus Covid-19 ini,” tutup Norhayati Andris.

Reporter: Aldi S

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Covid-19