Connect with us

Kaltara

FM Berang Dikatakan Sewot, Kabarnya Mau Polisikan Ketua Tim IRAW

Tokoh Pemuda Muhammadiyyah Kaltara, Fajar Mentari. (Ft. Dok)

Newstara.com TARAKAN – Tokoh Pemuda Muhammadiyah, Fajar Mentari (FM) menilai pernyataan Advokat Paslon IRAW, Dr. Syafruddin SH M. Hum di media beberapa waktu lalu terkait postingan Ketua Tim Pemenangan nomor urut 2 yang memposting kalimat “Satu-satu terus merapat.. Berbagi kasih berbagi cinta IRAW ya IRAW no 2”.

“Tanpa mengurangi rasa hormat saya, sebatas meluruskan apa yang menjadi dasar pertimbangan saya untuk mempolisikan perkara ini, karena ada sesuatu yang tidak masuk akal pikiran saya dari pernyataan kanda Syafruddin,” tutur FM kepada Newstara.com pada, (06/10/2020) di Tarakan.

FM pun membuat beberapa pernyataan tegas, yakni flyer banner yang mencantumkan identitas dan foto Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (Ketum PPPM) adalah pelanggaran aturan organisasi, terlepas siapapun yang mendesain dan mempostingnya, termasuk oknum internal Pemuda Muhammadiyah.

“Saya juga telah konfirmasi dengan internal kami bahwa flyer banner dimaksudkan itu bukan desain pihak kami, melainkan tim ITE Paslon Iraw,” ucapnya.

Menurutnya, jika terdapat foto kandidat bersama rekan-rekan Pemuda Muhammadiyah (PM) yang mengacungkan dua jari, maka hal tersebut adalah spontanitas dan murni atas nama pribadi masing-masing, bukan atas nama lembaga. Kalaupun telah terjadi, itu merupakan sebuah kebetulan karena tidak semua mengacungkan 2 jari.

Saya sudah melihat fotonya, yang mengacungkan 2 jari juga bukan dari unsur pimpinan, dan tidak mengenakan almamater resmi. Lalu apakah itu yang menjadi standar penilaian bahwa pemuda mendukung Paslon Iraw?, tentu tidak dong,” tutur FM.

FM mengatakan seharusnya sebagai ketua tim pemenangan mampu mendeteksi bahwa seluruh perangkat dan organisasi Muhammadiyah tidak mendukung salah satu kandidat, namun karena kecerobahan satu dua pihak justru membuat PWPM Kaltara malu.

“Saya kira Dr. Syamsudin Arfah (SA) kan sosok organisatoris, ketua tim pemenangan yang memiliki intelektual yang cukup. Mestinya dapat memahami aturan berorganisasi, harus bisa membedakan mana yang sifatnya pribadi dan kelembagaan, dan bisa membedakan antara Ketua Panitia Penyelenggara dengan Ketua Umum. Konfirmasi dulu lah, ke Ketua Umum sebelum menarik kesimpulan,” ujar FM.

“Kanda SA ini kan juga mantan unsur pimpinan Muhammadiyah, begitupula kanda Syafruddin tentu sangat paham kedudukan Muhammadiyah bagaimana dalam politik. Sehingga upaya-upaya penggiringan atas nama lembaga itu adalah sebuah kekeliruan. Saya berharap kepada keduanya semoga jiwa Muhammadiyah nya masih melekat,” sambungnya.

FM pun kembali mempersoalkan posisi postingan SA dimana kata atau tulisan letaknya sangat dekat dengan foto, dan kalimat dibawah foto, identik dengan pemberitahuan orang tersebut meng-iyakan atau meyetujui pesan yang disampaikan, bahkan tulisan ‘Lanjutkan 2 Periode’ letaknya berada dekat di bawah foto Ketum PPPM.

“Namun, sebenarnya yang menjadi pokok perkara adalah substansi postingan yang bernarasi kampanye dengan menyertakan simbol-simbol PM, dan yang mempostingnya adalah ketua tim Paslon,” ucap FM.

“Saya juga dikatakan sewot, dan kenapa saya harus sewot, saya tidak mau bilang ini nggak nyambung, tapi saya luruskan, bahwa saya adalah unsur pimpinan dan jelas saya mendapat mandat langsung dari Ketum PPPM. Jadi tidak tepat jika saya dikatakan sewot, Kanda Dr. Syafruddin SH M. Hum adalah orang yang dipilih sebagai kuasa hukum Paslon Iraw, tentu memiliki kemampuan yang memadai dalam membedakan antara sewot dengan bertanggungjawab,” tutupnya.

Reporter: Aldi S

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement





More in Kaltara