Connect with us

Ekonomi

Lalai Lindungi Data Nasabah, BRI dan Telkomsel Diduga Rentan Dibobol Maling

Lalai Lindungi Data Nasabah, BRI dan Telkomsel Diduga Rentan Dibobol Maling. (Ft. Dok)

Newstara.com TARAKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Telkomsel diduga telah lalai melindungi data nasabahnya, hingga menyebabkan korban mengalami kerugian materiil yakni kehilangan uang di dalam rekening mencapai ratusan juta rupiah. Perusahaan plat merah itu seharusnya lebih selektif dan memiliki pengamanan berlapis jika dirasa terdapat transaksi-transaksi mencurigakan.

Kuasa Hukum Nurbaya, Derry Ramadhan, SH, MM mengatakan diduga sistem data yang dimiliki oleh BRI dan Telkomsel sangat rentan dibobol, bahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pribadi kliennya dengan NIK kartu keluarga (KK) korban tidak sama, namun pihak Grapari Telkomsel dapat diloloskan, selain itu sistem perbankan juga ternyata mampu meloloskan e-banking kliennya sehingga terjadilah kebobolan.

“Sampai saat ini kami masih menunggu inisiatif dari BRI dan Telkomsel untuk segera dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan, namun mengingat sudah 3 kali dilakukan somasi kepada kedua perusahaan plat merah itu maka, pihaknya dalam waktu dekat akan segera mendaftarkan ke Panitera Pengadilan Negeri Tarakan,” ucapnya kepada sejumlah insan pers pada Senin siang, (25/01/2021) di Cafe JL Tarakan.

Sebelumnya, korban pada Sabtu pagi yakni tanggal 12 Desember 2020 berniat untuk melakukan transaksi melalui e-Banking, namun tidak dapat diproses karena jaringan terganggu. Setelah itu, korban meminta tolong kepada suaminya untuk melakukan penarikan uang tunai di ATM, namun pada saat memeriksa jumlah saldo, ternyata sudah berkurang menjadi Rp. 79 juta dari sebelumnya sejumlah Rp 311 juta.

Melihat adanya ketidakwajaran transaksi, maka korban langsung menghubungi Call Center BRI untuk permintaan pemblokiran ATM dan e Banking, namun oleh petugas Call Center BRI hanya memblokir ATM saja dan e-Banking masih terus aktif hingga saldo menjadi amblas.

“Jelas kalau kerugian secara materi klien saya sudah hilang uangnya, namun kerugian klien saya juga pada saat mau membayar tagihan dan lainnya kan uang tidak ada, namun disini ada kejanggalan, karena nomor telepon bisa berganda, yang tadinya hanya nomor telepon korban pra bayar, kini menjadi paska bayar, dan klien saya tidak pernah mengubah nomornya menjadi paska bayar,” tuturnya.

Reporter: Aldi S

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement


More in Ekonomi