Connect with us

Tarakan

Mobil Damkar Berusia 20 Tahunan, Pemkot Dan DPRD Tarakan Harus Gerak Cari Pemasukan Diluar Pajak

Newstara.com TARAKAN – Sejumlah unit mobil yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan dianggap sudah tua dan berusia lebih dari 20 tahun. Namun, hal tersebut disayangkan oleh sejumlah pihak karena baru terendus media setelah puluhan tahun.

Padahal, unit kendaraan pemadam kebakaran hingga kelengkapan penunjang lainnya, sangat penting mengingat kondisi Kota Tarakan padat penduduk dan rawan kebakaran. Bahkan, cukup banyak gedung-gedung tinggi sehingga kendaraan Damkar harus segera di upgrade.

Wakil Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Utara, Furbianto SE menyebutkan seharusnya Organisasi Perangkat Daerag (OPD) yang membidangi hal tersebut aktif dan memperjuangkan hal-hal yang menjadi prioritas, karena peralatan dan perlengkapan Damkar merupakan penunjang dan pelengkap kota smart city yang berkesinambungan dan menekan korban jiwa dan harta pada saat terjadi kebakaran.

“Saya kira OPD Damkar ini multi tugas, bukan hanya soal musibah kebakaran tapi mereka melayani masyarakat, seperti adanya musibah tanah longsor, gempa bumi, perbaikan paska unjuk rasa hingga mengatasi dampak di lokasi terkena serangan teroris,” ucap Furbianto, SE kepada Newstara.com pada Jumat pagi, (10/01/2020) di Tarakan.

“Keberadaan mereka sangat vital dan harus di support Pemerintah Daerah dan Provinsi, kalau semua acuh tak acuh ya susah, jangan sampai nanti setelah kejadian baru saling menyalahkan,” tambahnya.

Menurutnya, seperti di kota-kota besar bahwa Damkar sudah di libatkan penangan paska serangan teroris, paska bencana alam, selain tugas utamanya memadamkan api kebakaran. Sehingga, tidak ada alasan tidak ada anggaran dan defisit anggaran, karena pengadaan kelengkapan Damkar tetap harus dilakukan.

“Kita juga semua tahu, bahwa keuangan Pemkot sedang defisit, tapi tetap hal-hal yang sifatnya strategis harus dapat dipenuhi, defisit ini juga kan saya lihat pengelolaan keuangan daerah sebelumnya kurang baik, tapi coba lihat jamannya pak Jusuf SK dan pak H Udin, PAD kecil kok bisa maksimal sampai bisa membangun gedung-gedung seperti Stadion, Indoor hingga Islamic Center,” ucapnya.

Furbianto, SE juga mengkritisi Pemerintah Kota Tarakan yang menggunakan sistem keuangan konsumtif dan tidak memaksimalkan mencari sumber-sumber penghasilan di luar daerah dan ibukota. Padahal, potensi hibah dan bantuan cukup besar tersedia di ibukota hingga ke negara tetangga.

“Okelah kalau sekarang saya lihat sudah mulai di tata sama pak Walikota dr Khairul dan memaksimalkan PAD dengan menciptakan Perusda dari berbagai sektor, sifatnya menengah dan jangka panjang kalau mau profit, tapi setidaknya ada action mengarah kesitu,” ujarnya.

“Defisit boleh saja, tapi sah-sah saja kan Pemkot mencari sumber-sumber penghasilan di luar daerah, karena nggak ada uang susah membangun kota, jangan konsumtif lah, cari lah penghasilan di luar sana, semua Dewan juga harus bergerak, eksekutif dan legislatif bergerak semua cari penghasilan tambahan untuk kota di luar pendapatan pajak, malu kita persoalan Damkar berusia 20 tahun belum di remajakan dan viral di media-media,” tutupnya.

Reporter : Aldi S

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in Tarakan