Astagfirullah Speedboat Anugerah Terbalik, 5 Orang Meninggal

RedaksiRedaksi - Senin | 01 Januari 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
bangkai speedboat Anugerah terbalik dan sedang di evakuasi warga dan BNPD Kaltara. (Dok)

Newstara.com TANJUNG SELOR - Awal tahun 2018 menjadi salah satu tragedi yang memilukan bagi warga di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), karena telah terjadi insiden terbaliknya speedboat (Kapal cepat,red) dengan rute tujuan Tanjung Selor Pelabuhan Tengkayu Tarakan.

Speedboat CB Anugrah berangkat dari Tanjung Selor pada Senin pagi, (01/01/2018) sekitar pukul 08.15 Wita, namun naas setelah hampir 10-15 menit menyusuri Sungai Kayan, diduga terhempas dengan gelombang yang berasal dari riak gelombang speedboat yang datang berlawanan. Namun, saksi mata lainnya menyebutkan terkena batang timbul dan karena laju maka speedboat bermuatan 43 dewasa dan 5 anak-anak itu terbalik.

"Mungkin tidak secara pasti kita lihat, tapi tadi ada yang komentar kalau kena gelombang dari speed lain yang datang berlawanan, gelombangnya kan besar jadi karena laju ya terbalik, tapi tadi ada yang bilang kena batang pak, nda tau kita mana yang betul," tutur Ben kepada Newstara.com yang berada di lokasi evakuasi korban dan speedboat di Sungai Kayan Tanjung Selor.

Insiden yang mengejutkan itu, cepat ditanggulangi dan dan dibantu oleh masyarakat serta ABK speedboat lain yang berpapasan dengan speedboat Anugerah, dan melakukan evakuasi kepada sejumlah penumpang dan menarik speedboat ke sisi sungai.

"Minta maaf pak, kami belum bisa memberikan keterangan apapun karena masih dalam proses di Lapangan, bisa ke rumah sakit saja, karena datanya disana yang pasti, kalau disini kita belum evakuasi semua penumpang dan baru aja, ada tadi yang meninggal," tutur salah satu petugas BNPD Kaltara.
 
Namun, menurut petugas lainnya bahwa warga dan para ABK telah mengevakuasi puluhan korban dan 5 orang telah meninggal serta beberapa orang lainnya belum ditemukan, seluruh korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bulungan untuk segera mendapat perawatan instensif dan bagi korban meninggal masih dilakukan proses identifikasi.
 
"Bagi keluarga korban untuk menanyakan kabar keluarganya atau identifikasi korban yang meninggal, kami minta untuk mendatangi rumah sakit saja yah, " tutur petugas lainnya.
 
Reporter: Andika

Close Ads X