Debat Publik, Begini Program Penanggulangan Narkoba Para Paslon

RedaksiRedaksi - Rabu | 20 Juni 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Salah satu Paslon nomor 4 saat menjawab pertanyaan Panelis Debat Publik KPU di Hotel Tarakan Plaza. (Dok)

Newstara.com TARAKAN - Debat kandidat atau debat publik merupakan salah satu tahapan yang ditetapkan oleh KPU Tarakan. Ternyata, cukup diminati masyarakat yang ingin mengetahui lebih jelas program pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan periode 2018-2023, salah satunya adalah terkait penanggulangan narkoba di Kota Tarakan.

Masing-masing paslon diberikan pertanyaan yang sama oleh panelis terkait cara mereka menanggulangi peredaran narkoba, yang dinilai sudah cukup memprihatinkan atau berada pada tingkat kritis di Kota Tarakan.

"Jika anda terpilih nanti, apa kira-kira program atau cara anda menanggulangi peredaran narkoba di Tarakan yang sudah sangat memprihatinkan," tutur Panelis KPU dalam debat publik yan disiarkan secara langsung oleh Tarakan TV, Radio RRI dan Radio Grass FM dari Tarakan Plaza Hotel.

Calon Walikota Sofian Raga dari nomor urut 4 yang mendapat kesempatan pertama menjelaskan bahwa Kota Tarakan yang berdekatan langsung dengan perbatasan, dan sebagai sebuah pulau memiliki pintu masuk dan keluar yang cukup bebas, termasuk peredaran narkoba yang masuk dengan mudah dan saat ini sudah memprihatinkan, bahkan hampir 60 persen narapidana (napi,red) dengan kasus Narkoba.

"Ini tanggung jawab kita bersama dan pemerintah serta unsur terkait lainnya, sehingga dibutuhkan upaya penanggulangan terbaik lalu kita yang masih sadar dan waras ini tentu harus menjaga diri kita, keluarga, lingkungan dan kota tercinta ini, semua harus terlibat dalam berbagai aspek penanganan sesuai dengan tugasnya masing-masing," tutur Sofian Raga saat.

Sofian Raga mengatakan msyarakat bersama-sama dengan pemerintah dan petugas, melakukan sejumlah penanganan yang baik dengan melakukan rehabilitasi dan upaya pencegahan seperti meningkatkan nilai-nilai pendidikan, agama hingga efek jera.

"Tingkat perkembangan narkoba ini sangat memprihatinkan dan kita harus ada upaya yang lebih keras, karena narkoba masuk dengan berbagai cara sehingga cara penyelesaiannya pun harus dengan berbagai cara pula," tuturnya.

Sementara, Calon Walikota Umi Suhartini dari nomor urut 1 juga diberikan waktu untuk menjelaskan program unggulannya dalam menangani pencegahan narkoba, yakni dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dengan lebih intens dan melakukan kerjasama dengan pemerintah, BNN dan rutin dilakukan sejumlah pencegahan-pencegahan sejak dini dengan memperkenalkan putera dan puteri atau anak-anak, dengan nilai-nilai.

"Jaman semakin maju, dan sekarang kita harus mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai agama yang baik, agar tidak terjerumus dalam narkoba," ujarnya.

Calon Wakil Walikota Mahrudin Maddo dari nomor urut 1 menambahkan bahwa kerjasama ditingkat petugas juga perlu dilakukan, seperti bekerjasama dengan Angkatan Laut,ANgkatan Darat, serta Kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba yang masuk ke Kota Tarakan.

"Kita akan kerjasama dengan TNI yang menguasai darat, laut dan udara di Tarakan, agar masuknya Narkoba dapat dicegah," tutur Mahrudin Mado.

Sementara, Effendhi Djuprianto Wakil Walikota Tarakan dari nomor urut 2 mengatakan peredaran narkoba dapat dicegah dengan berbagai hal, salah staunya adalah dengan meningkatkan pendidikan, dimana pihaknya akan mendorong pendidikan dengan memberikan tambahan pendidikan di sekolah, peningkatan kegiatan pengawasan untuk seluruh tingkat usia.

"Setiap stakeholder di masyarakat seperti kepemudaan agar supaya dapat ikut mengawasi titik-titik masuk dan keluarnya narkoba ke Kota Tarakan," ucapnya.

Badrun dari nomor urut 3 justru menilai tingginya kriminalitas narkoba sebagai dampak kepanikan ekonomi dan tidak tersedianya lowongan pekerjaan, sehingga membuat masyarakat sulit mencari pekerjaan atau penghasilan, dan untuk menyelesaikannya maka harus diketahui penyebabnya terlebih dahulu baru dilakukan pencegahan dari hulu ke hilir.

"Untuk pencegahan, kita harus tau dulu apa penyebabnya, kita lihat ini adalah dampak dari sulitnya pekerjaan, kepanikan ekonomi yang membuat masyarakat susah mendapat penghasilan," ucap Badrun.

Sementara, Wakil Walikota darinomor urut 3 Ince A.R mengatakan bahwa pihaknya lebih kepada melakukan pendekatan dan mengurangi peredaran narkoba dengan menggiatkan pendekatn keluarga, agama, stakeholder, dan pemerintah harus memahami bahwa korban narkoba kurang mendapat perhatian dari masyarakat.

"Kita harus paham, karena korban narkoba ini belum mendapat perhatian dari pemerintah dan kita akan bantu masyarakat yang terlibat narkoba," ucapnya.

Sementara, Wakil Walikota dari nomor urut 4 Sabar Santuso mengatakan bahwa lapangan kerja tidak menjadi faktor pendukung tingginya kriminalitas narkoba di Tarakan, karena saat ini persentase pengangguran di Tarakan lebih rendah dari daerah lainnya.

"Sebenarnya pengangguran lebih rendah dari daerah lainnya di Provinsi dan Kabupaten lainnya, kita harusnya meyakini untuk mendorong pemerintah Provinsi untuk berkoordinasi mendirikan rumah rehabilitasi, dan bersama-sama dengan pemerintah kota Tarakan, dan kalau bisa dibangun di Tarakan," ucapnya.

Reporter: Yoko Handani