Triple J Akan Kembalikan Kejayaan Petambak di Kaltara

RedaksiRedaksi - Senin | 10 September 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Triple J bersama KKP saat sosialisasi sistem pertambakan modern. (Adv)

Newstara.com TARAKAN - Pelaku usaha pertambakan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diketahui masih menggunakan sistem atau cara-cara tradisional dalam pengelolaannya, sehingga kerap kali hasilnya tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi udang dan ikan.

Salah satu pelaku tambak H. Jamaluddin Jafar Jerre menyebutkan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Perikanan dan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memperkenalkan program kepada masyarakat dengan pengolahan yang lebih modern, dimana tujuannya untuk meningkatkan hasil produksi menjadi lebih besar walaupun luas area pertambakannya kecil.

Menurut H. Jamaluddin Jafar Jerre yang juga bakal calon anggota DPR-RI Dapil Kaltara dari Partai Amanat Nasional (PAN) selaku inisiator terlaksananya kegiatan sosialisasi tersebut, dapat memastikan bahwa sistem yang diperkenalkan KKP dapat diterapkan bagi pelaku usaha pertambakan di Provinsi Kaltara.

"Petani tambak memiliki masa depan yang lebih baik jika program tersebut dapat di terapkan pada tambak-tambak di Kaltara," tutur H. Jamaluddin Jafar Jerre yang biasa disapa Triple J ini.

Triple J mengatakan bahwa areal pertambakan di Kaltara memiliki ukuran yang cukup luas, di bandingkan daerah lainnya. Namun, hasil produksi tidak sebanding dengan luasan area tambak tersebut. Seharusnya, dengan area tambak satu hektar dapat menghasilkan produksi udang dan ikan sekira 200 hingga 500 Kilogram (Kg).

"Petani tambak di Kaltara saat ini hanya berpatokan pada luas area pertambakan untuk meningkatkan produksi udang dan ikan, sehingga cara berpikir itu harus diubah dengan menggunakan sistem yang diperkenalkan oleh KKP," tutur legislator DPR-RI dua periode tersebut.

"Saya akan berusaha mengembalikan ke-jayaan para petani tambak di Kalimantan Utara seperti pada tahun 1980 hingga 1990-an, dan Kaltara akan menjadi salah satu daerah yang memproduksi udang ikan terbesar di Indonesia atau bilaperlu se Asia Tenggara," tutupnya. (adv)