Wow, Bisa Ngintip Dalaman Kotak Suara Pemilu 2019

RedaksiRedaksi - Jumat | 28 September 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA

Newstara.com TARAKAN - - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus membuat berbagai terbobosan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, salah satunya dengan membuat kotak suara transparan alias transparan dan dapat terlihat dengan jelas isi didalamnya. Bahkan, biasanya yang terbuat dari aluminium atau plat, kini berubah bentuk menjadi berbahan karton yang tahan air.

Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo menyebutkan bahwa rencana tersebut masih di proses oleh KPU RI di Jakarta, karena dalam pemilihan kali ini akan terdapat 5 kotak suara antara lain kotak suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupetan/Kota serta DPD RI.

"Untuk itu KPU RI sedang menyiapkan kotak suara baru yang terbuat dari karton yang kuat dan tahan air, serta disetiap sisinya ada jendela transparan," ujar Teguh.

Menurutnya, terobosan tersebut juga berhubungan dengan warna surat suara yang berbeda-beda sehingga masyarakat atau pemilih tidak salah memasukkan kertas suara tersebut. Namun, KPU RI sendiri saat ini sedang merancang melakukan pengadaan proyek dan menjadi tanggung jawab KPU RI untuk mengadakan kotak suara baru tersebut.

"Sedangkan kotak suara yang saat ini di pakai KPU terbuat dari plat alumunium yang ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana," ucapnya.

Sedangkan untuk kertas suar biasanya desain tersebut harus mendapat persetujuan dari partai politik. Dimana pada akhir tahun 2018 mendatang, KPU dari berbagai daerah secara bersama-sama akan merancang spesifikasi surat suara. Setelah itu akan dibuat contoh yang nantinya akan diperlihatkan kepada masing-masing parpol, jika disetujui maka parpol akan menandatangani persetujuannya.

"Kalau parpol sudah setuju baru nanti dicetak dalam jumlah sesuai kebutuhan masing-masing dengan acauan Daftar Pemilih Tetap (DPT)," tuturnya.

Sementara, terkait desain dan warna sepenuhnya akan menjadi kewenangan KPU RI, sedangkan kewenangan KPU diberbagai daerah termasuk Kota Tarakan hanya mendata jumlah DPT ditambah 2 persen dari DPT plus cadangan diluar masing-masing kabupaten/kota 1.000 surat suara.

"Cadangan digunakan bila terjadi pemilihan ulang yang disebabkan karena dalam proses pemungutan suara ada kondisi tertentu yang menyebabkan pemungutan suara diulang dengan rekomendasi Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu)," ujarnya.

Reporter: Andika