PAN Tarakan Laporkan Dana Kampanye Nol Rupiah

RedaksiRedaksi - Jumat | 28 September 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Komisioner Devisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan, Fajar Setiawan Roekminto. (Dok.Newstara)

Newstara.com TARAKAN - Komisioner Devisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan, Fajar Setiawan Roekminto mengatakan hingga saat dikeluarkannya hasil Rekapitulasi Penyampaian Laporan Awal Dana Kampanye untuk seluruh peserta Pemilu tahun 2019 di tingkat Kota Tarakan. Maka, Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tarakan melaporkan nol rupiah, sementara jumlah paling tinggi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tarakan yang memiliki dana awal kampanye terbesar.

Menurutnya, saat ini ada 16 Parpol yang sudah menyerahkan rekening resmi beserta besaran saldo dana kampanye awal, dari 16 parpol tersebut dinilai sudah memenuhi kewajibanya, salah satunya adalah PKS yang memiliki saldo awal terbesar yakni Rp 30 juta.

"Sedangkan parpol lainya bervariasi yah, ada yang Rp 1 juta, Rp 5 juta, dan bahkan tadi ada yang nol. Dan mungkin saja dikarenakan mereka menggunakan rekening yang sudah ada, sehingga saldonya dikosongkan karena memang peruntukannya untuk dana awal kampanye, tetapi ada juga yang membuat rekening baru yang secara otomatis harus ada saldo awal sehingga saldo awal dana kampanye ini bervariasi," ujarnya.

Sekedar informasi, KPU juga melaporkan hasil rekapitulasi dana awal kampanye tersebut kepada Kantor Akuntansi Publik (KAP) dengan batas waktu hingga 14 April 2019 yang harus selesai penggunaan dana kampanye tersebut,

"Dan kami yakini bahwa jumlah saldo awal ini pasti bisa berubah tergantung dari donasi dan sumbangan yang masuk, karena tanggal 2 Januari 2019 itu parpol dapat menerima sumbangan dana kampanye, ada tiga sumber antara lain dari perseorangan, kelompok dan lembaga," tuturnya.

Terkait sumbangan tersebut, KPU memiliki ketentuan antara lain sumbangan perseorangan maksimal Rp 2,5 miliar yang dikumpulkan secara, lalu sumbangan dari kelompok dan lembaga dengan maksimal sumbangan sebesar Rp 25 miliar, sehingga total sumbangan yang diperoleh untuk membiayai kampanye selama Pemilu 2019 sebesar Rp 52,5 miliar.

"Sifatnya kalau perorangan itu juga bisa dari Caleg nya sendiri, dan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye sudah harus diserahkan ke KPU oleh parpol paling lambat 13 April 2019, karena akan ada audit KAP," ujarnya.

Reporter: Andika