Maju Pileg 2019, Syahrillah Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

RedaksiRedaksi - Minggu | 07 Oktober 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
SyahrillahCaleg Tarakan Barat Nomor urut 8 Tarakan Barat Partai Amanat Nasional (PAN). Minggu, (07/10/2018).

Newstara.com TARAKAN - Calon anggota legislatif (Caleg) daerah pemilihan (Dapil) Tarakan Barat Partai Amanat Nasional (PAN) dengan nomor urut 8 yakni Syahrillah memiliki misi dan misi untuk memperbaiki ekonomi kerakyatan bagi masyarakat kota Tarakan, terutama pada sektor perikanan dengan memberikan kesempatan akses lowongan pekerjaan yang seluas-luasnya.

"Bagi kami kemaslahatan umat harus kami perjuangkan kedepan agar kemakmuran merata dirasakan seluruh lapisan masyarakat kota Tarakan maka kami tidak menginginkan kemakmuran keamanan dan kesejahteran hanya dinikmati oleh golongan tertentu," ucapnya kepada Newstara.com

Menurutnya, dukung yang membawa aspirasi seluruh lapisan masyarakat kota Tarakan karena dengan melihat kondisi dilapangan maka ada oknum-oknum yang memainkan harga bahan pokok dengan se-enak-enaknya oleh pihak tertentu, dengan memainkan turun-naiknya harga misalnya Udang dan lainnya.

"Apabila terpilih saya akan memperjuangan yang selama ini terlihat jelas ketimpanganannya dibidang ekonomi, kita menginginkan perbaikan ekonomi yang merata dan akan mengangkat serta membantu dengan sekuat tenaga untuk pribumi masyarakat kota Tarakan dan itu yang utama," tuturnya.

Syahrillah mengatakan visi yang selanjutnya adalah akan memfokuskan pada bidang lapangan pekerjan karena dengan mengoptimalkan disektor lapangan pekerjaan yang seluasnya bagi masyarakat kota Tarakan, dimana akan tercipta manfaatnya.

"Karena kami melihat dilapangan dengan membuka akses itu dan akan berguna sekali bagi kota Tarakan karena akan memperpanjang kelangsungan hidup orang banyak karena kita di bumi paguntaka ini banyak sekali hasil bumi kita misalnya Minyak, Batu Bara, Gas dan lain-lain," tuturnya.

"Namun yang terjadi kondisi di lapangan sedikit sekali masyarakat setempat terlibat langsung dalam pengolahan hasil alam kita, malahan yang menikmati hanya orang-orang pusat padahal kita menginginkan kemakmuran yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat terutama pribumi bukan kelompok atau etnis tertentu," tutupnya.

Reporter: Andika