Caleg 2019, Nilawati Inginkan Kesetaraan Gender

RedaksiRedaksi - Sabtu | 27 Oktober 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Caleg 2019 PAN Nomor urut 3 Dapil Tarakan Timur, Nilawati SE M.si.(Foto: Istimewa)

Newstara.com TARAKAN - Nilawati SE M.si adalah calon legislatif (Caleg) Kota Tarakan untuk daerah pemilihan Tarakan Timur nomor urut 3 Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan pada era modernisasi saat ini bahwa kiprah perempuan dalam dunia politik tidak bisa dibendung. Bahkan, untuk maju sebagai Caleg pada Pemilu 2019 maka kaum hawa harus dapat memahami arti pentingnya keterwakilan perempuan dalam memenuhi kuota 30 persen.

Selain itu, dibutuhkan memahami isu-isu publik yang lebih spesifik, karena tanpa memahami hal tersebut maka para pemilih cerdas akan sulit melirik apalagi memilih caleg perempuantersebut. Inilah yang menjadi fokus Nilawati untuk ikut maju mencalonkan diri sebagai peserta Pileg 2019.

"Karena perempuan di legislatif masih sangat minim padahal menurut saya pribadi keterwakilan perempuan sangatlah penting. Salah satu contoh yakni dalam penyusunan UU yang masih belum mewakili perempuan dalam kebijakannya, bahkan belum tercapainya kuota 30% perempuan sbg anggota DPR," ucapnya kepada Newstara.com

"Ini dapat dibuktikan dimana tidak ada satupun perempuan yang menjadi pimpinan DPR atau ketua komisi. Sehingga kita harus membangun kesetaraan gender dengan mendorong keterwakilan 30 persen dan hal ini bukan main-main atau hanya sekedar melengkapi saja," tambahnya.

Menurutnya, tantangan para elit parpol sebagai penentu kebijakan internal, dinilainya masih sedikit untuk menempatkan perempuan di posisi strategis parpol. Sehingga, berbagai kebijakan internal seringkali luput dari berbagai pertimbangan kebutuhan dan kepentingan kader perempuan.

"Oleh karena itu dalam suatu parpol juga harus wajib kepengurusan mereka mencakup 30 persen perempuan. Dan saya ingin membangun keinginan pribadi perempuan dalam berpolitik yang tentunya ini pekerjaan berat bagi kita semua," tuturnya.

Nila, (sapaan akrabnya) memiliki gelar Magister Kebijakan Publik ini berharap falam pemilihan legislatif periode 2019-2024 ini cukup banyak kaum perempuan yang duduk menjadi wakil rakyat di Dewan, sehingga parlemen akan menjadi lembaga dengan perwakilan makin produktif. Karena, semakin banyak perempuan yang duduk di legislatif maka akan meningkatkan produktifitas kinerja dewan.

"Ibu-ibu yang aktif di organisasi sosial kemasyarakatan dapat menunjukkan optimisme bangsa kita bahwa makin meningkatnya perempuan-perempuan yang berkualitas," ucap Nila yang pernah aktif di berbagai organisasi pemberdayaan perempuan, anak dan KNPI Kalimantan Utara.

Baginya, kesetaraan gender bukanlah isu perempuan semata melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas. Kesetaraan gender merupakan gerakan global dimana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar yaitu hidup tanpa diskriminasi dari pihak manapun.

Visi Misi : 
1. Mendorong laju pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan cara memberi pendidikan kewirausahaan melalui seminar pelatihan. Khususnya untuk perempuan dan anak muda tanpa memandang RAS suku bangsa dsb.

2. Mengupayakan beasiswa prestasi bagi anak dan mahasiswa yang pandai dari keluarga kurang mampu.

3. Melindungi hak-hak perempuan dan anak.

Reporter: Andika