Jufri Budiman: Prediksi Harga Udang Tarakan Hingga Akhir Tahun Tetap Stagnan

RedaksiRedaksi - Selasa | 30 Oktober 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Ketua HIPMI Tarakan, Jufri Budiman.

Newstara.com TARAKAN - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tarakan Jufri Budiman berharap harga udang bisa merangkak naik seperti beberapa waktu lalu. Saat ini, harga udang ekspor (headless) sejak Januari terus menurun sejalan dengan pelemahan harga bahan baku di tingkat petambak.

Menurutnya, sejumlah perusahaan udang cool storage terpaksa menahan stok karena terjadi kelebihan panen udang, selain itu pasar Amerika, Asia dan eropa menurunkan harga beli. Bahkan, terjadi persaingan harga di tingkat Internasional antara udang tambak konvensional yang menghasilkan udang Tiger, Windu dan Bintik dengan jenis udang Vaname.

"Kalau kita hitung-hitung margin hanya dikisaran 1 hingga 5 persen, bahkan udang Vaname itu murah di pasar, berbeda dengan udang Tiger," ujarnya kepada Newstara.com pada Selasa sore, (30/10/2018) di Tarakan.

Politisi Partai Gerindra yang menjadi Caleg 2019 dapil Kaltara untuk Tarakan dengan nomor urut 8 ini membandingan harga udang jenis Tiger dengan Vaname yang berkisar cukup jauh, biasanya udang Tiger atau Windu seharga Rp 120 hingga Rp 200 ribu perkilogram. Namun, udang jenis Vaname hanya berkisar Rp 46 ribu hingga Rp 90 ribu perkilogram.

"Informasi yang kita dapat perbandingan harga itu sungguh jauh, kita bersaing dengan udang jenis Vaname, nah mereka dari India over suplay di pasar Internasional," ujarnya.

"Saya kira hingga akhir tahun ini, harga udang di Tarakan masih stagnan, tidak naik atau turun, tapi kami berharap harga udang bisa naik, kasihan para petambak," tutupnya

Reporter : Andika