Subhanallah, Seribu Relawan Bela Tauhid Penuhi Jalanan Tarakan

RedaksiRedaksi - Jumat | 02 November 2018 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Aksi bela kalimat Tauhid memenuhi jalan Yos Sudarso Tarakan, Jumat (02/11/2018). (Foto:Juliansyah)

Newstara.com TARAKAN - Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi beberapa waktu lalu oleh sejumlah oknum dan menjadi viral di media sosial, membuat umat Islam hampir diseluruh pelosok negeri merasa kesal. Begitupula dengan masyarakat di Kota Tarakan, yang melakukan long march untuk mengutuk aksi pembakaran tersebut.

Sekitar seribuan massa bergerak dari Masjid Al Ma'arif dan berakhir di perempatan Grand Tarakan Mall pada Jumat siang, (02/11/2018) di sepanjang jalan Yos Sudarso Tarakan. Aksi tersebut dimulai sejak pukul 13.20 Wita dan berakhir dengan damai sebelum memasuki waktu Sholat Azhar. Sejumlah massa juga membawa atribut berupa bendera, syal hingga topi yang berlafadz kalimat "La Illaha Illallah Muhammad Rasulullah" dalam tulisan Arab.

"Massa kita estimasikan tadi sekitar seribuan mas, dan kita tidak ada perwakilan dari ormas manapun, ini murni semua masyarakat yang mersa terpanggil dan membela Islam," tutur Ismail Ali, Kordinator Aksi Bela Tauhid pada Jumat sore, (02/11/2018).

Massa menuntut agar Polisi menangkap oknum yang membakar kalimat tauhid dan menghukum seberat-beratnya agar tidak terjadi lagi kasus yang sama di Tanah Air. 

"Kami juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa tulisan 'La Illaha Illallah Muhammad Rasulullah' itu bukan milik salah satu ormas tertentu, namun itu kalimat umat muslim Indonesia, milik umat muslim dunia, saat kalimat itu dibakar maka kami sebagai muslim tidak tinggal diam, karena jiwanya ikut terbakar,"tuturnya. 

"Tuntutan ketiga yakni aksi tersebut menjadi sebuah syiar sebagai pemersatu Indonesia dan khususnya Kota Tarakan, dan saya berpesan bahwa di negara Indonesia apapun ormas mu, apapun sukumu, tidak masalah. Namun jangan membenci umat Islam, karena kami bersatu dalam kalimat "La Illaha Illallah Muhammad Rasulullah'," tutupnya.

Reporter: Andika