Yoko : Dapat Seratus Dua Ratus, Tapi Dicuekin 5 Tahun, Apa Mau?

RedaksiRedaksi - Senin | 08 April 2019 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Kebersamaan dengan warga Tarakan Barat saat sosialisasi beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)


Newstara.com TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, terus menggaungkan larangan money politik kepada para Calon Legislatif (Caleg) periode 2018-2024. Selain adanya sanksi hukum pidana, juga pemberian uang demi perolehan suara juga menjadi salah satu contoh buruk bagi pendidikan politik kepada masyarakat.

Calon Anggota DPRD Tarakan Dapil Tarakan Barat dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 2 Yoko Handani, SE menyayangkan tindak tanduk oknum Caleg yang memberikan uang untuk memperoleh suara. Dan jika caleg yang pakai uang dan sudah duduk di dewan maka tentu akan berusaha semaksimal mungkin agar kembali modal.

"Okelah anda dapat seratus dua ratus bahkan lebih, dengan asumsi pesta demokrasi yang hanya 5 tahunan dan kalau bukan sekarang kapan lagi makan uangnya. Tapi apakah anda yakin, selama 5 tahun dia akan memperhatikan masyarakat, kecil kemungkinannya apalagi suara anda sudah dibeli, sehingga masyarakat jangan golput dan pilih yang caleg yang amanah," tutur Yoko Handani, SE sesaat sosialisasi di Kelurahan Karang Anyar Tarakan Barat, Senin pagi, (08/04/2019).

"Saya sudah berkomitmen, saya tidak akan menggunakan money politik, dan atas keputusan itu banyak yang bilang saya akan kesulitan dapat suara, tapi saya masih yakin, dan masih ada warga yang ikhlas memberikan suaranya untuk memilih saya, Insya Allah, dan saya juga meyakini Allah pasti akan membantu saya," tambah Yoko.

Sekedar informasi, Yoko Handani, SE memiliki sejumlah program penanganan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pendidikan formal dan non formal yang akan bersinergi bersama-sama dengan Pemerintah Kota untuk kepentingan orang banyak atau masyarakat Tarakan. Sehingga, dengan program-program andalan dan didukung dengan sejumlah pengalamannya di dunia jurnalist maka dipastikan mampu meningkatkan pendapatan warga.

"Program saya fokus pada kesejahteraan masyarakat, seperti membuka peluang usaha sebesar-besarnya, nelayan, petani, petambak, hingga sektor-sektor ekonomi lainnya, namun sangat jelas bahwa saya tidak akan bisa menjalankan program saya jika tidak terpilih," tuturnya.

Yoko Handani juga menyebutkan alasan dirinya tidak melakukan money politik, karena semasa dirinya aktif menjadi wartawan/jurnalist, sangat gerah dengan pejabat korup yang mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi, sementara disatu sisi banyak masyarakat yang kesulitan mendapat pekerjaan hingga hidup pun terkadang susah.

"Belasan tahun saya jadi wartawan, tentu banyak pengalaman dan jaringan yang saya lakukan hingga saat ini, dan inilah saatnya saya bangun Kota Tarakan, dan bersama-sama dengan dukungan masyarakat di Tarakan Barat, kita jadikan Tarakan sebagai Kota paling maju dan terdepan di Kaltara hingga Kaltim," tutupnya. (***)