Gus Arik : Tolak Politik Uang Dan Ikhlas Bantu Masyarakat Tarakan

RedaksiRedaksi - Senin | 08 April 2019 WIB
judul]
FOTO : NEWSTARA / ISTIMEWA
Gus Arik bersama kerabatnya saat berdiskusi bersama. (Foto: Istimewa)

Newstara.com TARAKAN - Sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) terus berkomitmen dan mengikrarkan diri untuk menolak money politik (politik uang,red). Karena, akan menjadi ladang dosa dan pembodohan kepada masyarakat. Bahkan, salah satu tokoh besar seperti  Purwiyantono atau biasa disapa Gus Arik menjadi mentor untuk mengkampanyekan anti money politik.

Gus Arik atau Arik Purwiyantono, S.Sos adalah salah satu tokoh Jawa se-Provinsi Kalimantan Utara, yang juga ikut mencalonkan diri menjadi Caleg DPRD Provinsi dapil Tarakan dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 4. Bahkan berulang kali melarang praktek money politik untuk mendapatkan suara.

"Dari segi agama, Islam melarang keras menggunakan money politik untuk meraih suara masyarakat, karena dampak buruknya terlalu besar untuk masyarakat, sementara pada sisi pendidikan sosial politik, ini juga tidak dibenarkan karena memicu praktek suap dan korupsi," ucap Gus Arik yang juga pemilik pengobatan alternatif herbal di Jalan Pasir Putih Kota Tarakan.

Gus Arik mengatakan, Caleg yang menggunakan money politik sama halnya dengan membagi-bagikan api neraka kepada masyarakat. Artinya, masyarakat menerima uang dan si caleg sama-sama akan ditanya sama Allah SWT.

"Sebenarnya apa sih yang kita cari hidup di dunia ini, sementara saja dan semua adalah ujian,  yang namanya ujian pasti ada yang lulus dan ada juga yang tidak, karena nanti di akhirat kita akan ditanya kesaksian kita," ucap Gus Arik pada Senin pagi, (08/04/2014) saat di temui Newstara.com di Tarakan.

"Pilihlah caleg yang sesuai hati kita, pilih calon yang paling sedikit keburukannya, dan saat di TPS sebelum mencoblos niatkan dalam hati saya memilih si A atau si B, ikhlas karena Allah SWT," tambahnya.

Menurutnya, dengan bersandar Kepada Alloh Dan Rosululloh SAW maka insya Alloh masyarakat akan dapat menghadirkan pemimpin yang baik, pemimpin yang mengayomi semua, namun jika memilih pemimpin yang berdasarkan pada uang maka Allah akan memberikan pemimpin yang bersikap tamak angkuh, laksana BerUang. terus yang Rugi siapa.#?

"Lali siapa yang rugi, kan masyarakat juga yang rugi sehingga baik atau buruknya pemimpin juga merupakan andil besar masyarakat dalam menghadirkannya melalui pemilu yang jujur dan adil," tutur Gus Arik.

Sekedar informasi,  Arik Purwiyantono, S.Sos merupakan Caleg Nomor urut 4 dapil Tarakan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dirinya memiliki sejumlah program dan solusi untuk masyarakat pada sektor hukum, ekonomi produksi seperti nelayan, pertambakan, dan lainnya. Selain itu, dirinya juga memiliki tanggung jawab untuk memajukan pendidikan di Kota Tarakan sehingga mampu mencetak generasi penerus yang memiliki integritas, berdaya saing serta bermoral mulia. 

"Jadi cerdas secara intelektual dan cerdas secara spiritual," tutupnya. (***)